Hukum

Tidak Pernah Ajukan Banding di PT Semarang, MA Harus Tolak Gugatan Pemohon Kasasi

Penulis: Dedy Budiman
Ayonews, Jakarta
Mahkamah Agung (MA) harus menolak gugatan para pemohon kasasi yang tidak pernah mengajukan banding di Pengadilan Tinggi Semarang, Jawa Tengah.

Kasus itu berawal dari seorang ibu rumah tangga Regina Santiani Gondoputro, dan kakaknya Delphinus Winarto Gondoputro, harus kehilangan hak waris atas peninggalan almarhum ayahnya, Subarkah Gondoptro.

Untuk mencari keadilan, Regina melayangkan kontra memori kasasi ke Mahkamah Agung melalui Pengadilan Negeri Purwokerto.

Kuasa hukum Regina dan Delphinus, JJ Amstrong Sembiring, mengatakan pihaknya menolak seluruh dalil dan alasan para pemohon kasasi.

Menurutnya, saudara-sudaranya yang mengajukan sebagai pemohon kasasi padahal bukan dari para pemohon yang tidak pernah mengajukan banding.

Hanya saja pembanding saat itu Menik Puspa Sari Nugroho, selaku ibu tirinya dari istri ke-2 almarhum Subarkah Gondoputro, posisinya sebagai turut tergugat.

“Para pemohon kasasi tersebut sangat tidak tepat secara hukum, bilamana mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata mantan Capim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini.

Amstrong menegaskan, pihaknya menolak seluruh bukti dan fakta yang telah dipertimbangkan oleh judex factie para pemohon kasasi yaitu Dian Subarkah Gondoputro, Laurensius Suntoro Gondoputro, Monica Kartika Gondoputro, Edwin Eiros Gondoputro, Andre Adrian Gondoputro, Yuliana Handayani.

Sebab bertentangan dengan Pasal 30 Undang-Undang No 14/1985 tentang Mahkamah Agung dan sebagaimana terakhir telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2009.

“Jadi dalil-dalil dan alasan para pemohon kasasi itu jika hanya mengedepankan bukti dan fakta Kembali di dalam memori kasasi tidak dapat dipertimbangkan dalam tingkat kasasi,” jelasnya.

Kasus ini bermula, di mana Regina dan Delphinus tak mendapakan hak atau bagian harta peninggalan ayahnya almarhum Subarkah Gondoputra sebagaimana termuat di dalam Akta Wasiat.

Dalam akta wasiat No 8 tanggal 22 Januari 2007 yang dibuat telah melanggar bagian mutlak Legitime Portie, di mana para ahli waris yang tak disebutkan dalam wasiat tersebut dinyatakan cacat hukum.

“Akta wasiat yang melanggar legitieme portie, batal demi hukum sehingga tidak memiliki kekuatan hukum,” pungkas Amstrong.

Sementara itu, petugas pelayanan terpadu satu pintu PN Puwokerto, Deden mengatakan telah menerima memori kasasi yang diajukan atas nama Regina Santiani Gondoputro dan Delphinus Winarto Gondoputro.

“Sudah kami terima berkas-berkasnya. Tinggal tunggu saja dari putusan MA,” ujarnya.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top