Kesehatan

Kecuali Teknik Pernapasan dan Tenaga Dalam, Semua Kesehatan Indonesia Berbasis Rempah-rempah

Penulis: Heru Sutrisno
Ayonews, Jakarta
Ethno wellness atau istilah dalam bahasa Indonesianya sebagai kebugaran etnik. Sebuah praktik kesehatan spa Indonesia yang berasal dari berbagai suku dan adat istiadat yang ada di tanah air.

Pakar kesehatan etnik Indonesia, Jajang Gunawijaya mengatakan, secara praktik, kesehatan spa Indonesia berdasarkan pijat terapi, lulur dan krim, herbal dan makanan, teknik pernapasan dan teknik tenaga dalam.

“Kecuali teknik pernapasan dan teknik tenaga dalam, semua kesehatan Indonesia berbasis rempah-rempah,” ujar Jajang kepada Ayonews di Jakarta, Selasa (23/11/2021).

Jajang mengungkapkan, Indonesia kaya akan rempah-rempah. Sejak jaman dahulu kala hingga saat ini, bangsa asing datang ke Indonesia untuk berburu rempah-rempah.

Bumbu makanan dan minuman ini merupakan rempah-rempah yang sejak zaman dahulu telah tumbuh dan dikenal oleh masyarakat di nusantara. Sebagian menjadi rebutan bangsa-bangsa di dunia. Melalui penerapan teknologi, sebagian besar komoditas tersebut telah teruji secara klinis.

Tanaman tersebut positif memiliki efek farmakopea dan memberikan ketahanan terhadap serangan berbagai penyakit seperti serangan Covid-19 yang saat ini sedang mewabah.

“Bahkan, berbagai perusahaan nasional telah mengolah komoditas tersebut menjadi berbagai jenis jamu, rempah-rempah dan makanan jadi siap diekspor ke luar negeri,” ujar Jajang.

Dalam kebugaran Indonesia atau ehno wellness, terang Jajang, rempah-rempah berfungsi sebagai bahan pembuatan makanan dan minuman herbal, bahan dari scrub dan bahan krim, termasuk bahan minyak esensial.

Meski demikian, lanjut Jajang, setiap jenis rempah memiliki kualitas dan rasa istimewa bagi tubuh manusia.Beberapa rempah-rempah Indonesia dengan kualitas tertentu di antaranya jahe. Jahe merupakan jenis rimpang. Ada dua macam varian jahe yaitu jahe merah dan jahe putih.

“Masyarakat Indonesia secara turun temurun menggunakan dua jenis jahe ini sebagai bahan makanan dan minuman herbal, sebagai bumbu atau campuran obat. Karena jahe dianggap memiliki rasa hangat yang berguna untuk terapi penyakit flu. Jahe merah misalnya, berkhasiat untuk mencegah penyakit asam urat,” jelasnya.

Kemudian, temulawak (Curcuma xanthorrhiza). Temulawak ini satu keluarga dengan jahe. Secara tradisi, temulawak dianggap memiliki kualitas hangat yang berguna untuk kategori penyakit dingin, seperti penyakit hati (hepatitis), tekanan darah dan sebagainya,” tambah Jajang.

Ada juga Temu kunci. Sama seperti jahe masuk dalam jenis rimpang. Memiliki kualitas hangat yang berguna untuk terapi penyakit flu. Pada umumnya, digunakan untuk bumbu masakan, terutama sea food atau ikan air tawar. Sebab, temu kunci ini berguna untuk menghilangkan bau amis.

“Temu kunci, jahe, kayu secang, kayu manis, serai, dan gula merah merupakan bahan dasar bir pletok, minuman tradisional khas betawi. Diminum hangat rasanya seperti bir,” ujar Jajang.

Kunyit (Curcuma domestica Val) juga memiliki kualitas hangat yang berguna untuk kategori penyakit dingin dan juga digunakan untuk bahan makanan tradisional Indonesia.

Orang Jawa, Sunda dan seluruh masyarakat di Pulau Sumatera, menurut Jajang, menggunakan rimpang ini untuk mengobati luka dalam. Ada juga yang menggunakan kunyit sebagai pelengkap makanan segar. “Mengkonsumsi kunyit secara terus menerus dapat mencegah penyakit diabetes,” tambahnya.

Gelang (Zingiber purpureum Roxb) kebanyakan digunakan untuk pengobatan, daripada sebagai bumbu masak. Bayi atau balita yang terkena pilek biasanya diobati dengan gelang. Caranya: parutan gelang dibalsem di perut atau di atas kepala bayi yang panas. Gelang juga digunakan untuk menangkal gangguan makhluk halus.

Bawang putih (allium sativum) juga memiliki kualitas dingin. Selain bermanfaat sebagai penyedap masakan, juga digunakan untuk mengobati penyakit berkategori panas seperti jantung, hipertensi, sakit perut dan masuk angin.

Bawang merah/ bawang bombay (allium cepa var. aggregatum). Bawang ini dianggap memiliki kualitas hangat. Masyarakat di nusantara memanfaatkannya untuk menyembuhkan berbagai penyakit yang disebabkan oleh angin dingin pada bayi gemuk.

“Cara pengaplikasiannya adalah dengan menaburkan parutan bawang bombay yang dicampur dengan minyak kelapa pada perut,” tukasnya.

Sementara untuk essential oil yang digunakan untuk spa wellness di antaranya, minyak kelapa murni, minyak esensial lemon,
minyak atsiri mawar (mawar) (minang), melati (melati), Kenanga (Betawi), kencur (jahe aromatik), bangkowang , minyak conut(Dayak), biji jarak, meniran, cengkeh, kayu manis, daun pisang, biji pala, pandan, lemon (Minahas, Maluku), panda wangi, buah merah (buah merah), jeruk nipis (papua), tepung beras dan air murni (Sunda, Banjar), temu giring, kunyit, tepung beras, pandan, jeruk purut (jeruk nipis), kenanga atau bunga kenanga jawa.

“Karena itu, budidayakan tanaman ini secara berkelanjutan dan tingkatkan penggunaan teknologi modern untuk mengolahnya menjadi komoditas hilir yang global,” tandas Jajang. (***)

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top