Kesehatan

Ketika Pandemi Covid-19 Berakhir, 4 Jenis Wisata ini Akan Populer, Apa Saja? Yuk Simak Ulasan Sang Pakar

Penulis: Dedi Budiman
Ayonews, Jakarta
Pandemi Covid-19 selama hampir dua tahun ini telah menghantam industri pariwisata dan ekonomi kreatif di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia.

Secara nyata, sejak 1,5 tahun lalu terhitung awal Pandemi diumumkan, jumlah wisatawan mancanegara yang masuk ke Indonesia mengalami penurunan drastis. Puncaknya pada April 2020. Jumlah wisatawan yang rata-rata 1 jutaan lebih tiap bulannya, terjun bebas. Angkanya hanya sebanyak 158 ribu setiap bulannya.

“Jika ditotal, sepanjang tahun 2020 jumlah wisatawan mancanegara yang masuk ke Indonesia hanya sekitar 4,052 juta orang, turun dari semula 16,11 juta kunjungan di tahun 2019,” ujar pakar kebugaran etnik (ethno wellness), Aranyaka Dananjaya Axioma, di Jakarta, Minggu (21/11/2021).

Pandemi ini, menurut Aranyaka, datang bergelombang. Dalam gelombang kedua terjadi lonjakan kasus yang lebih besar dan cepat. Alhasil, Indonesia harus menerapkan kebijakan (semi) “lockdown” berupa PSBB maupun PPKM untuk mengendalikan kurva kasus Corona di Indonesia.

“Tentu kebijakan emergency itu sangat berdampak pada kelangsungan hidup dunia pariwisata,” ujar Aranyaka.

Saat ini, lanjut Aranyaka, pemerintah sedang mempercepat vaksinasi massal di seluruh Indonesia dengan harapan herd immunity bisa cepat terbentuk, dan pandemi bisa berakhir.

“Jika langkah ini bisa cepat terwujud, maka secara bertahap akan ada pelonggaran untuk melakukan perjalanan dan aktivitas ekonomi yang lebih terbuka,” ujar Aranyaka.

Aranyaka optimis, sektor pariwisata akan menjadi paling diminati oleh masyarakat setelah pandemi berakhir. Sebab, masyarakat membutuhkan hormone atau feeling kebahagian yang bisa mereka dapatkan saat berkunjung ke berbagai daerah destinasi wisata.

“Pandemi Covid-19 tentu memengaruhi pariwisata. Oleh karena itu, tren wisata pun diprediksi berubah setelah pandemi,” tambahnya.

Dalam studi yang dilakukannya, Aranyaka mengungkapkan bahwa tren Wisata dengan konsep nature, eco, wellness, adventure (NEWA) akan lebih diminati di akhir pandemi nanti.

“Diprediksi orang-orang akan melakukan perjalanan yang lebih dekat ke rumah, dengan wisata domestik sebagai tahap awal,” katanya.

Dalam riset Booking.com pada 2020, 76 persen wisatawan Indonesia ingin bepergian dalam negeri di masa-masa tidak pasti ini.
Di tahun 2019 kemarin, pemerintah sempat sangat optimis dengan potensi keuntungan dan pemasukan negara dari sektor pariwisata, salah satunya adalah lewat jasa spa.

Namun siapa sangka, pandemi justru menyebabkan sektor ini menjadi sektor yang paling terkena dampaknya. Betapa tidak, treatment yang dilakukan dalam praktik spa dan pijat relaksasi selalu mengutamakan sentuhan.

Karenanya, selama masa PSBB tak terhitung sudah berapa banyak kerugian bagi mereka para pelaku bisnis spa. Padahal produk Spa dan wellnes memiliki pangsa besar.

Bagaimana peluang Ethnowelness paska pandemi?

Pakar kecantikan dan kebugaran Agnes Lourda Hutagalung optimis,  paska Covid-19 dunia pariwisata nanti akan memiliki harapan yang jauh lebih tinggi dari penyedia layanan hospitality dan jauh lebih menuntut.

Karena itu, lanjut Lourda, untuk memenuhi kemauan wisatawan, industri harus memprioritaskan penyediaan layanan, fasilitas, dan pengalaman yang memenuhi wellness (kebugaran), kesehatan, dan kesejahteraan secara keseluruhan.

“Mereka perlu fokus pada standar kebersihan tinggi, yang diharapkan akan didambakan oleh wisatawan,” ucap Lourda.

Ke depannya, Lourda yakin, tren seperti wisata kesehatan, wisata kebugaran, wisata spiritual dan wisata religi akan meningkat popularitasnya. Pasalnya, berkat adanya pandemi, wisatawan jadi lebih memperhatikan kebutuhan ini dari sebelumnya.

“Apakah itu menyangkut kesehatan mendesak, perawatan mewah atau memburu kesehatan fisik, intelektual, dan spiritual setelah lebih dari setahun hidup dengan pembatasan (PSBB dan PPKM),” sambungnya.

Meskipun kasus Covid menunjukkan arah kurva kasus Covid-19 yang mulai melandai, namun kesadaran masyarakat untuk lebih menjaga kesehatan dan kebugaran semakin tinggi.

Ethnowellness spa sebagai salah satu cara perawatan wellness untuk mendapatkan anti body bisa menjadi alternatif produk wisata yang sangat berguna dalam melawan virus corona dengan cara yang nyaman tanpa perlu merasa khawatir,” jelasnya.

Secara harfiah, terang Lourda, ethno wellness berasal dari kata ethno yang berarti etnik atau budaya dan wellness yang berarti penyembuhan.

“Jadi, rangkaian ethno wellness spa ini bukanlah hanya sekedar perawatan kecantikan biasa, tapi juga sebuah relaksasi holistik yang di tempat asalnya berkaitan erat dengan ritual tradisi penyembuhan masyarakat setempat. Manfaatnya jelas telah dibuktikan secara turun temurun,” tutupnya.(***)

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top