Gaya Hidup

Ingin Tau Cara Meningkatkan Kekebalan Tubuh Secara Alami? Simak Paparan Pakar Kesehatan ini

Penulis: Dedy Budiman

Ayonews, Jakarta
Menjaga kekebalan tubuh atau imun dari serangan berbagai macam penyakit sangat penting. Terutama di masa pandemi Covid-19 ini, imun tubuh haruslah kuat. Untuk mendapatkan sistem kekebalan tubuh, di antaranya kita perlu untuk meningkatkan respon imun secara cepat, menghilangkan stres dan tidur yang cukup.

“Yang paling utama adalah banyak berlatih dalam menyeimbangkan hormon. Menjaga pola makan yang baik, hindari peradangan, terhidrasi. Dengan demikian kita bisa menjaga kesehatan usus dalam tubuh dengan asupan suplemen atau nutraceuticals, mikronutrien. Termasuk penggunaan rempah-rempah alami, ” tutur Ketua Divisi Ilmiah Perhimpunan Anti Aging, Wellness and Regenerative Medicine Indonesia (PERDAWERI), dr. Maya Surjadjaja dalam diskusi virtual Indonesian Wellness Tourism International Festival (IWTIF) 2021 di Jakarta, Senin (27/9/2021).

Dalam menjaga kekebalan ini, dr Maya mengatakan bahwa di dalam tubuh terdapat kumpulan sel yang sangat kompleks, melalui sebuah proses dan terdapat bahan kimia. “Tubuh kita terus-menerus menjaga kekebalan dengan melawan patogen, virus, racun, bakteri. Untuk menjaga sistem kekebalan tubuh agar tetap sehat, kuncinya mencegah agar tidak terjadi infeksi,” terangnya.

Dalam sistem limfatik, lanjut dr Maya, di dalam tubuh terdiri dari tonsil, kelenjar getah bening, pembuluh getah bening, kelenjar timus dan sumsum tulang. “Dari situlah bagaimana caranya muncul kekebalan adaptif. Sel putih (ksatria) berasal dari darah merah. Dari setetes darah merah mengandung hingga 25.000 sel darah putih. Sel darah putih akan menyerbu ke “medan pertempuran” ketika terjadi masalah gangguan kesehatan. Darah putih hanya hidup sampai beberapa minggu ke depan, ” paparnya.

dr Maya mengungkapkan, ada dua jenis yang berbeda dari sel darah putih, yakni fagosit dan limfosit. “Fagositosis dari bahasa purba Yunani (phagein), yang berarti ‘untuk melahap’, (kytos), yang berarti ‘sel’, dan –osis, artinya ‘proses’). Artinya proses menelan dan eliminasi patogen dan sel-sel apoptosis oleh sel-sel khusus dari sistem kekebalan bawaan disebut fagosit. Fagosit ini sebagai garis pertahanan pertama, ” paparnya.

Fagosit profesional itu termasuk monosit, makrofag, neutrofil, sel dendritik, osteoklas, dan eosinofil. “Fagositosis dibagi menjadi empat langkah utama, yakni pengakuan target, memberi sinyal untuk mengaktifkan mesin internalisasi, pembentukan fagosom, pematangan fagolisosom, ” jelas dokter spesialis gizi klinik RSAL Dr Mintohardjo, Jakarta yang berpraktik sejak Mei 2007 ini.

Fagolisosom itu sendiri, lanjut dr Maya, merupakan lingkungan asam dan hidrolitik khusus yang mendegradasi partikel yang ditelan. Sementara limfosit terdiri dari tiga jenis utama. Pertama, sel B, sel T, dan sel pembunuh alami. Sel B berfungsi membuat antibodi, menyerang bakteri, virus, dan racun. Sel T berfungsi untuk membunuh sel-sel asing atau sel yang rusak akibat dikalahkan oleh virus atau sel kanker.

Sementara, sel T pembantu merencanakan serangan. Sel T pembunuh alami sel kanker, memproduksi antibodi, membuat sisipan enzim atau protein khusus ke dalam sel. “Limfosit ini memulai hidupnya di bagian tulang sumsum. Beberapa tinggal di sumsum dan berkembang menjadi limfosit B (B sel) menuju timus dan menjadi limfosit T (sel T).

Lebih lanjut, Ketua Bidang Pengembangan Usaha dan Hubungan Antar Lembaga Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Indonesia (PDGKI) ini menjelaskan tentang T-Limpos. T-Limpos merupakan sebuah sel T pembantu (sel Th). “Fungsinya untuk mengkoordinasikan respon imun. Menghubungkan dengan sel lain dan beberapa di antaranya merangsang sel B untuk memproduksi lebih banyak antibodi. Sementara lainnya menarik lebih banyak sel T atau memakan sel fagosit,” jelasnya.

Sel T sebagai pembunuh (limfosit T sitotoksik), akan menyerang sel lainnya, melawan virus. Mengenali bagian-bagian kecil dari virus di luar sel yang terinfeksi dan menghancurkan sel yang terinfeksi. Sel T juga menjadi pembantu untuk melepaskan sitokin ke rangsangan sel blimfa B

Peran imunoglobulin dalam respon kekebalan. Imunoglobulin G (IgG), menandai mikroba, sel lain dapat mengenali dan menanganinya, membunuh bakteri. Melindungi gerbang ke dalam tubuh, melindungi dari parasit dan juga mencegah alergi.

“Meski demikian, tetap terikat pada limfosit B, membantu untuk memulai respon imun. Meningkatkan respon kekebalan. Dalam sebuah penelitian menunjukkan melengkapi dengan vitamin, mineral, herbal dan zat lain. Meningkatkan respon imun. Berpotensi melindungi terhadap penyakit,” ujarnya.

Asupan gizi

dr Maya menambahkan, untuk mendapatkan sistem kekebalan tubuh juga diperlukan adanya gizi yang cukup. Dengan nutrisi yang cukup mempengaruhi mikrobioma, memfungsikan kerja usus, proses inflamasi dan memfungsikan sel darah putih.

Selain itu, sambungnya, diet juga menjadi salah satu upaya untuk merespon kekebalan. Tanpa diet akan menimbulkan lemak jenuh yang tinggi. Akibatnya terjadi peradangan. Diet ini bertujuan untuk memodifikasi usus bakteri dan menghambat fungsi sel darah putih.

Hindari juga makanan yang mengandung garam tinggi. Sebab, dapat merespon imun yang berlebihan, mengganggu peradangan dan peningkatan risiko tertentu pada penyakit autoimun, artritis reumatoid. Para peneliti mengaitkan ini dengan penyakit kronis peradangan tingkat rendah dan berubanya respon imun. “Peningkatan risiko pengembangan penyakit kronis, seperti kanker, penyakit jantung dan diabetes tipe 2,” jelasnya.

Karena itu, jelas dr Maya, juga diperlukan membatasi asupan gula. Asupan gula harus kurang dari 5% kalori harian. Kira-kira 2 sendok makan (25 gram) gula dalam diet 2.000 kalori. Gula tambahan yang paling umum adalah gula meja biasa (sukrosa) dan fruktosa tinggi, sirup jagung. “Diet tinggi gula tambahan dan karbohidrat olahan mengubah bakteri usus menuju dysbiosis, gangguan pencernaan, dehidrasi meningkat dan kerentanan terhadap penyakit, ” tambahnya

Karena itu, dr Maya menganjurkan harus memperbanyak minum air putih agar mencukupi kebutuhan cairan tubuh, ketika urin berwarna kuning pucat. “Batasi asupan jus buah dan teh manis yang mengandung gula tinggi. Biasanya orang dewasa yang lebih tua mulai kehilangan dorongan untuk minum. Tidak memberi sinyal rasa haus secara memadai,”  urainya.

dr Maya juga menyarankan untuk rajin mengkonsumsi teh hijau atau teh hitam. Karena teh hijau dan hitam mengandung flavonoid, antioksidan. “Keunggulan teh hijau adalah epigallocatechin gallate. yang kuat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. Teh hitam melalui fermentasi dapat menghancurkan banyak epigallocatechin gallate.

Sementara teh hijau dikukus dan tidak difermentasi dapat mempertahankan epigallocatechin gallate. Selain itu, teh hijau juga mengandung asam amino L-theanine, membantu senyawa pelawan kuman produksi di sel T. “Sementara ekstrak teh hijau mengurangi tekanan darah, biomarker inflamasi dan stres oksidatif. Meningkatkan parameter yang terkait dengan insulin resistensi pada obesitas, pasien hipertensi,” tambahnya.

Orang dengan obesitas & tekanan darah tinggi dapat mengonsumsi 379 mg teh hijau ekstrak setiap hari selama 3 bulan. “Akan terjadi penurunan yang signifikan dalam tekanan darah,” ungkapnya.

Selain teh hijau dan hitam, bisa mengonsumsi air kelapa. Air kelapa ini anti inflamasi. Kaya akan karbohidrat dan elektrolit, kalium, natrium, dan magnesium. “Untuk tekanan darah tinggi konsumsi 300 mililiter dua kali sehari. Air kelapa muda lebih baik dari air kelapa matang dan standar sebagai obat ibuprofen. Sebab, air kelapa muda mengandung antiradang ampuh. Air kelapa matang mengandung antiinflamasi sedang.(***)

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top