Gaya Hidup

Bisnis Booming Spa, Ada yang Khas dengan Ethno Wellness Indonesia, ini Kelebihannya…

Penulis: Heru Sutrisno
Ayonews, Jakarta
Dalam beberapa dekade terakhir ini, kesehatan etnis atau ethno wellness menjadi bisnis booming spa di Indonesia. Etno-wellness Indonesia memiliki ciri-ciri dasar yang khas. Menggunakan pijat tradisional. Umumnya pemijatan tradisional ini dimulai dari ujung kepala sampai ujung kaki.

“Ke depan, ethno wellness akan berkembang lebih baik lagi. Karena dalam dekade belakangan ini, banyak terapis Indonesia pergi ke luar negeri untuk bekerja di spa-spa mancanegara dan spa kesehatan tradisional Indonesia. Mungkin perlahan-lahan akan menemukan ketenarannya tumbuh di seluruh dunia,” ujar pakar ethno wellnes Indonesis, Wanarani Aries dalam webinar yang digelar Indonesian Wellness Tourism International Festival (IWTIF) 2021, Sabtu (24/9/2021).
.
Secara spesifik, Wanarni mengungkapkan bahwa pemijatan tradisional ini memiliki kekhasannya tersendiri. pemijatan ini berfungsi untuk memobilisasi cairan antarjaringan, pengurangan atau modifikasi edema, meningkatkan aliran darah lokal, mengurangi nyeri dan kekakuan otot, nyeri sedang, relaksasi, pencegahan adhesi.

Meski demikian, Wanarni mengingatkan, pemijatan hanya bisa dilakukan bila tidak ada kontra indikasi penyakit lainnya. Bila ditemukan kontra indikasi, maka harus mendapatkan persetujuan medis dulu apakah diperbolehkan melalui pemijatan.

“Seperti sakit punggung, sakit leher, sakit bahu, spasme otot, kelemahan otot, whiplash, cidera saraf, linu di bagian panggul, sirkulasi yang buruk, tendinitis, radang sendi, fibromyalgia, sakit kepala atau migrain,” jelasnya.

Winarni mengatakan bahwa pijat itu seperti berolahraga. Sebab, kegiatan tersebut memaksa darah ke otot, membawa nutrisi dan membuang racun ke luar tubuh.

Jadi, pemijatan ini mampu mempengaruhi fascia atau jaringan penghubung dan penyusun kolagen yang letaknya berada di bawah kulit.

“Dengan pemijatan, semakin banyak Anda belajar tentang pemijatan dan cara kerja tubuh, semakin mahir dalam anatomi. Pemijatan ini merupakan teknik untuk memahami interaksi kompleks antara otot dan fasia, ” tambahnya.

Secara umum, lanjut Wanarni, pijat di Indonesia adalah untuk membantu tubuh menghilangkan penyakit, mengembalikan keseimbangannya, dan memastikan kesehatan  dan kebugaran terjaga.

“Ada dua jenis pijat tradisional di Indonesia: pijit dan urut. Pijit adalah jenis pijatan yang paling umum dan digunakan terutama untuk relaksasi dan mengencangkan. Bekerja hanya pada otot, menggunakan adonan sedang hingga kuat dan gerakan meremas daging yang berulang-ulang di antara jari-jari dan telapak tangan, ” paparnya.

Sementara, lanjut Wanarni, urut lebih khusus. Biasanya digunakan untuk mengobati patah tulang dan cidera otot. “Urut terkadang bisa sangat menyakitkan, karena menembus jauh lebih dalam, bekerja tidak hanya pada otot, tetapi juga saraf, ” tambahnya.

Kemudian, ada tradisi pijat koin (kerokan). Jika Anda melihat orang Indonesia yang kulitnya ditandai dengan beberapa bekas merah, reaksi mereka di belahan dunia lain beranggapan seperti bekas dicambuk.

“Padahal bukan. Orang tersebut telah meminta seseorang untuk berulang kali menyeret koin melintasi kulit. Tujuannya untuk meringankan pilek, flu, yang dapat bermanifestasi berbeda gejala (kelemahan, kelelahan, atau kaku atau otot yang sakit), umumnya dikaitkan dengan sirkulasi dalam darah, ” terangnya.

Menurut Wanarni, masyarakat yang tinggal di desa-desa kecil masih umum berlatih teknik ini, yang disebut kerokan.  “Terlihat seperti menyakitkan, padahal tidak, jika dilakukan dengan benar,” ujarnya.

“Teknik ini dapat digunakan pada punggung, leher, bahu, bokong, dan perut, ” sambungnya.

Pijat, urut dan kerokan dapat dikombinasikan dengan aromaterapi yang dianggap mampu bekerja dengan merangsang bau reseptor di hidung. Aromaterapi ini mengirim pesan melalui sistem saraf ke sistem limbik — bagian otak yang mengontrol emosi.

Banyak minyak esensial telah terbukti aman saat digunakan  usai pemijatan.

Minyak atsiri dikenal memiliki sifat anti inflamasi, antioksidan, imunomodulator, dan sifat antivirus dan sedang diusulkan memiliki aktivitas terhadap SARC-CoV-2.

Kebutuhan kesehatan dan kebugaran tubuh semakin meningkat di masa pandemi ini. Di masa pandemi Covid-19, banyak orang ketakutan akan infeksi, kebutuhan akan isolasi sosial dan ketidakpastian keuangan. Sehingga berpotensi memperburuk respon stres fisiologis.

“Aktivitas spa adalah solusi untuk meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga kebugaran dan kesehatan,” tutupnya.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top