Gaya Hidup

Tetap Bugar di Masa Pandemi dengan Aktivitas Seni Tari dan Wisata Kesehatan

Penulis: Heru Sutrisno

Ayonews, Jakarta
Indonesia kaya akan seni dan budayanya. Ada ribuan suku dan adat di tanah air. Dari mereka menghasilkan karya luar biasa sebagai daya tarik wisatawan manca negara.

Selain budaya, terdapat banyak peninggalan bersejarah sejak jaman nenek moyang yang menjadi kebanggaan bangsa terhadap negara luar.

“Di masa pandemi ini, banyak aktivitas yang bisa dilakukan untuk tetap terus menggali kekayaan budaya bangsa. Tetap konsisten mengenalkan kekayaan alam Indonesia kepada bangsa lain,” ungkap pakar spa dan kesehatan Indonesia, Wanarani Aries dalam webinar Indonesian Wellness Tourism International Festival (IWTIF) yang digelar sejak 1 September 2021, di Jakarta, Jumat (24/9/2021).

Dalam diskusi kegiatan yang akan berakhir pada 30 September  ini, Wanarni memaparkan beberapa seni tari hasil budaya Indonesia yang bisa dipraktikkan selama masa pandemi sebagai kegiatan ethno wellness.

“Pertama tari pendet. Tarian asal Bali ini dibawakan dengan tenang, halus dan menghanyutkan,” ujarnya.

Menurut Wanarni, tarian ini biasanya digunakan untuk upacara di pura atau tempat pemujaan keluarga sebagai ungkapan rasa hormat, terima kasih dan sukacita saat menyambut ke hadirat Tuhan.

Kemudian ada pencak silat sebagai kegiatan rekreasi & olahraga. Seni gerak pencak ini telah diakui oleh UNESCO sebagai peninggalan sejarah Indonesia.

Dalam pencak silat terdapat aspek menguatkan mental spiritual. Selain sebagai seni bela diri, olahraga tradisional ini diakui oleh dunia olahraga internasional. Seperti ajang Sea Games dan Asian Games.

Tarian tradisional Minangkabau. Dalam tarian ini, para penari mengayunkan piring di tangan mengikuti gerakan cepat yang teratur, tanpa satu piring pun terlepas.

“Gerakannya diambil dari langkah-langkah silat Minangkabau atau silek,” tambahnya.

Tari Saman dari Aceh menggunakan dua dasar gerakan: bertepuk tangan dan tepuk bahu untuk membuat perkusi suara disinkronkan untuk membuat musik.

Tari topeng Cirebon. Tari Topeng Cirebon terdiri dari Panji, Samba, Rumyang, Tumenggung dan Kelana. Rumyang mewakili seorang remaja dan kehidupan. Tumenggung melambangkan orang yang bijaksana dan setia. Dan terakhir Kelana mewakili emosi, kemarahan dan kebencian..

“Semua arti ini mempengaruhi gerak tari. Panji memiliki gerakan tarian yang lambat dan lembut, sedangkan Samba memiliki gerakan tari yang cepat,” ungkapnya.

Gerakan tangan dan tubuh yang anggun dan iringan musik yang didominasi oleh kendang dan rebab menjadi ciri khas tari topeng Jawa. “Biasanya dilakukan pada acara-acara khusus tradisional perayaan,” tambahnya.

Karapan Sapi. Olahraga ini berasal dari Madura, Jawa Timur. Dalam perlombaan, sepasang sapi biasanya akan menarik kereta dari kayu. Joki yang mengendalikan sapi mereka bersaing cepat dengan joki yang menunggangi sapi lainnya.

Olahraga bakiak. Olahraga tradisional ini berasal dari Sumatera Barat. Permainan yang melatih kekompakan, seperti kemampuan
berjalan cepat pada saat yang sama, mengkoordinasikan tubuh gerakan, mengkoordinasikan gerakan melangkah dan mengayunkan tangan dengan tubuh untuk melatih keseimbangan dan kelincahan.

Selain tari-tarian sebagai kegiatan selama pandemi agar tetap sehat dan bugar, berkunjung ke kawasan destinasi wisata di tanah air juga menjadi salah satu pilihan.

Anda bisa memilih Labuan Bajo sebagai destinasi wisata. Labuan Bajo merupakan salah satu destinasi sempurna bagi pecinta pantai dan petualangan alam yang menantang.

Anda juga bisa menikmati keindahan bawah laut yang terdapat di Pulau Kelor atau yang dikenal dengan pink beach dan bersenang-senang dengan beragam aktivitas seperti snorkling atau menyelam.

Puas dengan keindahan alamnya, wisatawan bisa menjelajah atau trekking di Pulau Komodo dan Rinca.

Di kedua pulau ini, Anda bisa menyaksikan komodo langsung dari habitatnya. .

Destinasi wisata kesehatan lainnya adalah Candi Borobudur. Candi Buddha terbesar di dunia ini dibangun dari tahun 770 hingga 842 masehi.

Candi ini memiliki sekitar 2.672 panel relief sepanjang empat kilometer. Memiliki luas 123 x 123 meter persegi. Memiliki tiga tingkat yang melambangkan kosmologi Buddha Mahayana.

“Candi ini terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah dan telah dinobatkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia pada tahun 1991,” tutupnya.(***)

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top