Gaya Hidup

Spice Island Maluku, Wisata Olah Rempah-rempah untuk Perawatan Kesehatan, Kebugaran dan Kecantikan

Penulis: Dedy Budiman
Ayonews, Jakarta
Kepulauan Maluku terkenal di dunia sebagai spice Island (kepulauan rempah). Sebutan ini sudah ada sejak abad ke 16. Kepulauan Maluku atau məˈlʌkəz, Molukken adalah sebuah kepulauan di Indonesia bagian timur. Secara tektonik terletak di lempengan Halmahera dalam zona tumbukan laut Maluku.

Secara geografis Maluku terletak di timur Sulawesi, barat New Guinea dan bagian utara Timor Timur atau Timor Leste. Terletak di dalam Wallacea (kebanyakan di sebelah timur garis weber biogeografis). Kepulauan Maluku telah dianggap sebagai bagian dari Asia dan Oceania.

Buah pala dan cengkeh adalah rempah-rempah asli yang di abad 16 itu hanya ditemukan di pulau Maluku, selain sagu yang menjadi makanan pokok warga setempat.

Kepulauan Maluku dikenal sebagai kepulauan rempah-rempah karena memang buah pala, fuli dan cengkeh yang hanya ditemukan di sana. Keberadaan Maluku yang kaya akan rempah itu kemudian memicu minat kolonial dari Eropa pada abad keenam belas.

Konon, saat itu 1 kilogram rempah pala/cengkeh di Eropa harganya setara dengan 1 kilogram  emas. Bahkan, dari sebuah catatan sejarah Jerman dari abad ke- 14 menyebutkan, harga 0,5 kilogram pala setara dengan “seven fat oxen” atau tujuh lembu jantan gemuk.

Jadi bisa dibayangkan betapa kayanya sumber daya alam kepulauan Maluku saat itu. Sehingga menjadi rebutan banyak negara untuk menguasainya. Demikian terungkap dalam diskusi rutin bersama beberapa UKM-UKM dengan Indonesian Wellness Tourism International Festival (IWTIF) 2021.

Portugis pertama kali mendarat di Maluku pada tahun 1512. Kemudian disusul negera-negara lainnya. Terjadilah perang antara Inggris, Belanda, Spanyol dan Portugis untuk memperebutkan monopoli rempah-rempah Maluku. Peperangan ini pun kemudian dimenangkan oleh Belanda pada tahun 1663.

Meskipun pada awalnya penduduknya keturunan Melanesia. Populasi di pulau itu, terutama di Kepulauan Banda semakin lama berkurang karena terjadi pembantaian di abad ketujuh belas selama perang Belanda, Portugis yang juga dikenal sebagai Perang rempah-rempah.

Masuknya imigran kedua terutama dari Jawa dimulai pada awal abad kedua puluh dibawa Belanda. Kemudian berlanjut di era kemerdekaan yang juga menimbulkan banyak kontroversi karena program transmigrannya.

Dari Kemerdekaan Indonesia, di tahun 1999 Kepulauan Maluku dipecah menjadi dua provinsi. Sebuah provinsi baru, Maluku Utara, mencakup wilayah antara Morotai dan Sula, dengan busur pulau-pulau dari Buru dan Seram. Hingga kemudian Wetar yang tersisa di dalam Provinsi Maluku.

Maluku Utara mayoritas didominasi warga beragama Islam dengan ibukota Sofifi di pulau Halmahera. Sementara provinsi Maluku memiliki populasi Kristen yang lebih besar dengan ibu kotanya adalah Ambon.

Maluku disebut dengan 1000 Islands. Tak hanya kaya dari sumber daya alamnya semata, seperti taman laut tapi kaya akan seni dan budayanya.

Air laut di Maluku memiliki kadar garam yang tinggi, Banda Neira menjadi surganya di Timur Indonesia. Keindahan laut, terumbu karang dan kekayaan bawah laut. Di tambah dengan peninggalan situs bersejarah.

Banda Neira pernah diperebutkan bangsa Eropa di abad 16. Di Pulau Banda terdapat gunung api banda, Benteng Belgica, taman laut, pasir putih. Ada juga kesenian tradisional yang disebut dengan Ambon city of music, alat musik ukelele.

Sebagai penghasil rempah-rempah, banyak sumber daya alam yang bisa diolah di Maluku. Di antaranya pembuatan lotion dari kayu putih, minyak cengkeh, lotion cinammon.

Selain rempah-rempah sebagai sumber daya alam yang bisa dinikmati, pengolahan rempah-rempah juga menjadi daya tarik wisata. Belajar sejarah & kebudayaan, kuliner, menikmati “spice” spa treatment.

Termasuk dalam edukasi sumber daya manusia, pelatihan SDM pramuwisata, pelatihan spa therapist, pengolahan rempah (spice) untuk wellness treatment, edukasi SDM dengan mengsinergikan dan mengkolaborasi masyarakat & pemerintah

Rempah-rempah bisa diolah untuk perawatan kesehatan dan kecantikan. Untuk kesehatan berfungsi untuk meredakan sakit kepala, mengobati luka kecil, mengobati hidung tersumbat, menyegarkan nafas, mengobati jerawat, melembabkan kulit.

Essential oil untuk kulit. Manfaat kesehatan sebagai anti penggumpalan darah, antioksidan, mencegah peradangan, kesehatan jantung, diabetes, meningkatkan imunitas,kesehatan tulang, mengendalikan kadar gula darah, meningkatkan fungsi hati, mengontrol kadar kolestrol, menangani batuk berdahak, mengatasi jerawat, antiradang, antibakteri, menjaga tekanan darah dengan minuman lotion buah pala sebagai sumber karbohidrat agar pencernaan menjadi lancar.(***)

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top