Gaya Hidup

Pentingnya Pelatihan Ethno Spa Bagi Para Pelaku UKM untuk Meningkatkan Daya Saing

Penulis: Dedy Budiman
Ayonews, Jakarta
Penyelenggaraan Indonesian Wellness Tourism International Festival (IWTIF) 2021 sejak 1 September hingga hari ini mendapatkan banyak respon positif bagi para pelaku di bidang usaha kesehatan dan kebugaran indonesia.

Sebab, industri kesehatan saat ini menjadi salah satu penggerak ekonomi nasional. Apalagi, Indonesia kaya akan tradisi yang menjadikan peluang spa tradisional atau ethno wellness menjadi produk yang bisa bersaing di pasar internasional.

Selain itu, kekayaan bumi Indonesia berupa rempah-rempah dan tanaman tradisional mendukung dalam pengembangan ethno wellness, baik di dalam maupun di luar negeri.

Peluang ini juga dapat dimanfaatkan para pelaku usaha kecil menengah (UKM) sebagai penggerak ekonomi nasional tersebut.

Karena itu, para stakeholder yang berkompeten dalam bidang usaha ini, dibantu pemerintah, untuk terus menggencarkan ethno wellness hasil kekayaan Indonesia baik di dalam maupun ke dunia internasional.

Dalam salah satu diskusi virtual Indonesian Wellness Tourism International Festival (IWTIF) 2021, Antropolog Sosial Universitas Indonesia, Jajang Gunawijaya, mengatakan pentingnya memperkenalkan budaya wellness Indonesia.

“Salah satunya melalui pelatihan dan konsultasi tentang bisnis spa Indonesia. Kemudian menyebarkan kemampuan bisnis spa wellness Indonesia melalui rangkaian dari pelatihan moduler. Memberikan bantuan konsultasi bisnis spa Indonesia untuk peserta yang telah menyelesaikan semua program pelatihan. Lalu, menyediakan beberapa perlengkapan bisnis spa Indonesia untuk peserta sesuai kebutuhan mereka,” papar dosen tetap UI ini di Jakarta, Senin (20/9/2021).

Jajang mengatakan, untuk menjadikan ethno spa Indonesia sebagai bisnis kesehatan Internasional, harus menyiapkan instruktur yang memiliki kemampuan komunikasi yang baik, terutama dalam bahasa Inggris. Menyediakan perangkat lunak dan teknologi informasi ( TI) sebagai pelatihan menggunakan media online.

“Selain itu harus berkolaborasi dengan para
profesional yang memang bergerak di bidangnya. Termasuk Lembaga Sertifikasi untuk Spa (LSP Spa), sebagai lembaga yang berkompeten mengeluarkan sertifikasi, ” tambahnya.

Dalam prinsip pelatihan itu, lanjut Jajang, perlu disusun dalam enam moduler tingkat. Tingkat pertama sampai tingkat keenam. Dalam setiap level berisi beberapa modul.

Jika peserta telah menyelesaikan salah satu pelatihan tingkat, sambung Jajang, akan mendapatkan sertifikat setiap tingkat. Peserta yang telah menyelesaikan beberapa modul pelatihan berbasis lembaga sertifikasi profesi akan mendapatkan sertifikat off kompetensi, ” terangnya.

“Peserta yang telah menyelesaikan semua enam pelatihan tingkat moduler akan
diberikan sertifikat otoritas bisnis spa Indonesia dari akademi kesehatan spa Indonesia,” tambahnya.

Dikatakan Jajang, essentia spa wellness academy juga akan menawarkan layanan konsultasi dan pasokan peralatan bisnis spa Indonesia jika diperlukan. Termasuk kurikulum pelatihannya.

Menurut Jajang, kurikulum dalam pelatihan tersebut, pertama terkait tentang budaya Indonesia, suku bangsa Indonesia, kriteria wellness spa Indonesia, rempah-rempah Indonesia, pengetahuan dan fungsinya.

Mereka juga perlu diberi penjelasan tentang sistem kesehatan Indonesia, peralatan untuk kesehatan spa industri Indonesia, manajemen ruang bisnis spa wellness Indonesia, peran dan kedudukan orang dan pegawai dalam industri kesehatan spa.

“Ditambah juga terkait ornamen dan dekorasi spa wellness Indonesia ruang bisnis, produk kesehatan Spa Indonesia dan bahan dasar produk Spa wellness Indonesia, ” tambahnya.

Dikatakan Jajang, para peserta juga harus diberikan pengetahuan tentang jenis dan fungsi rempah-rempah dalam menjalankan bisnis kesehatan spa Indonesia.

“Keahlian rempah-rempah dan aromaterapi Indonesia, keahlian boreh dan lulur Indonesia, anatomi manusia, pengetahuan dasar tentang saraf manusia,” ujarnya.

Lebih jauh Jajang memaparkan dalam pelatihan ini, peserta diperkenalkan teknik pijat tradisional, terapi kaki, pijat refleksi, perawatan tubuh, pijat tradisional
pijat swedia, pijat limfatik, pijat batu, akupresur wajah, facial, manikur pedikur, pengetahuan struktur kulit wajah, kontra indikasi.

Lebih luas lagi, kata Jajang, peserta pelatihan diberikan kemampuan dalam bisnis spa wellness indonesia, manajemen bisnis dan sumber daya manusia, manajemen ruang kesehatan, administrasi bisnis kesehatan, manajemen akuntan, manajemen pemasok untuk peralatan, bahan, rempah-rempah, makanan dan minuman dalam bisnis spa, jaringan bisnis spa dan perkembangannya.

“Sementara untuk pemula hanya ditambahkan tentang training of the trainer bisnis spa wellness, ” tutupnya.(***)

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top