Gaya Hidup

Kini Saat yang Tepat, Wisata Kesehatan Bali Bisa Diterima Komunitas Global, Dijalankan Talenta Lokal

Penulis: Heru Sutrisno
Ayonews, Jakarta
Indonesia dan Bali diakui sebagai tujuan wisata terbaik di dunia. Salah satu destinasi paling diminati turis mancanegara ini sudah berlangsung selama lebih dari satu dekade.

“Ada program destinasi wisata wellness yang sejalan dengan misi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI. Namun akibat pandemi, sektor pariwisata saat ini dalam tahap jeda yang berdampak pada kekayaan komunitas lokal,” kata Ketua Perkumpulan Bali Maha Usadhi (Asosiasi Kesehatan Bali), Prof apt Dr.rer.nat I Made Agus Gelgel Wirasuta, M.Si di sela-sela diskusi virtual Indonesian Wellness Tourism International Festival (IWTIF) 2021, Kamis (16/9/2021) di Jakarta.

Menurut Prof Agus Gelgel, sejak adanya pelonggaran penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), menjadi peluang tepat untuk kembali membangun sektor baru (kesehatan) yang diterima oleh komunitas global dan dijalankan oleh talenta lokal.

Prof Agus Gelgel memaparkan bahwa Bali memiliki potensi sumber daya lokal dan menjadi salah satu poin kekuatan wisata untuk dikembangkan dan diperkenalkan ke seluruh dunia.

“Secara objektif, menetapkan Bali sebagai tujuan kesehatan, destinasi Wisata yang berfokus pada usadha filsafat Hindu Bali, dengan tujuan yang tidak hanya berfokus pada kesehatan, tapi juga mental dan spiritual (moksa),” ujar Prof Agus Gelgel.

Mengutip visi pemerintah, Prof Agus Gelgel tujuan tersebut harus berfilsafat pada nangun sat kerthi loka Bali. Artinya menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya.

“Tujuannya untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia. Sekala-niskala menuju kehidupan krama dan gumi Bali sesuai dengan prinsip Trisakti Bung Karno, yakni berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan,” jelasnya.

Prof Agus Gelgel mengatakan, strategi kebangkitan paska krisis pandemi menetapkan Bali sebagai tujuan kesehatan. Di tahap awal adalah penentuan posisi -dengan membangun dasarnya, menetapkan destinasi (Bali) sebagai wellness tourism destination yang berfokus pada Bali Maha Usadhi.

Prof Agus Gelgel mengatakan, tekadnya membangun Bali Maha Usadhi Association (Asosiasi kesehatan Bali) sebagai lembaga berperan dalam pendidikan dan pengembangan, penelitian, produksi, sertifikasi dan pemasaran.

“Berdasarkan pilar Bali Maha Usadhi, dimensi kesehatan perkumpulan ini bertugas mengembangkan dan menyebarkan Bali Maha Usadhi sebagai kearifan dan warisan Bali ke dalam gaya hidup masyarakat dunia,” urainya.

Bali Maha Usadhi adalah institusi kesehatan tradisional yang memadukan dimensi spiritual (niskala) dan dimensi sosial ekonomi (sakala).

“Dimensi spiritual berhubungan dengan kehidupan yang lebih tinggi. Berpuncak pada Tuhan atau Niskala. Dimensi sosial ekonomi saling terkait dengan kehidupan manusia di dunia nyata (sakala),” tukasnya.

Lebih lanjut, Prof Agus Gelgel mengatakan, Bali Maha Usadhi Melihat dimensi spiritual (niskala) memberikan kedalaman dan mendukung dimensi sosial ekonomi (sakala) dalam kehidupan manusia melalui nilai-nilai spiritual.

“Dalam hubungan vertikal, Bali Maha Usadhi menempatkan kesehatan sebagai ibadah. Jalan kepada Tuhan. Bali Maha Usadhi menjadikan kesehatan sebagai sarana untuk menemukan dan memperkenalkan kembali manusia pada alam. Di sinilah keunikan dan keunggulannya,” paparnya.

Tak hanya itu, sambungnya, Bali Maha Usadhi sebagai kesehatan sejati berdasarkan kearifan Bali yang mengintegrasikan pikiran, tubuh dan jiwa. Sebagai proses yang dinamis, dibuat secara sadar dalam membuat pilihan menuju suatu arah yang lebih seimbang mengenai makna pola hidup sehat.

Mengutip pernyataan WHO di tahun 2008, Sekjen Bali Maha Usadhi, Ni Ketut Rahma Susanti, YanKestrad., Dip.Spa menambahkan, definisi kesehatan itu sendiri didefinisikan sebagai proses dinamis yang dibuat secara sadar dalam membuat pilihan menuju arah yang lebih seimbang tentang gaya hidup sehat.

“Apa itu Kesehatan? Sesuai UU No. 23/1992, kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan kehidupan yang produktif secara sosial dan ekonomi,” jelasnya.

Dalam konsep ekologi, lanjutnya, kesehatan adalah kondisi keseimbangan dinamis antara manusia dan lingkungan.

“Mengutip Ayurweda, sehat adalah keselarasan, keseimbangan antara pikiran, tubuh & jiwa. Tujuan hidup Hindu Bali adalah kebahagiaan… kebahagiaan… kebahagiaan Bali. Ida Pedande Tianyar: “menyama beraya punika kesugihan sane utama” ”vasudhaiva kutumabakam” atau seluruh dunia ini adalah satu keluarga,” paparnya.

Jadi, menurutnya, usadha adalah inspirasi bagaimana pengalaman kesehatan Bali telah tersusun. Bali Maha Usadhi  atau “Bali Mahosadi / Bali Maha Usadhi” inggih punika utsaha.

Bali Mahosadi adalah usaha atau usaha masyarakat Bali untuk menjaga diri agar selalu hidup sehat dan meraih kebahagiaan abadi “Morksartam Jagadita ya ca iti dharma” yang dipersonalisasi dalam pengalaman kesehatan,” tutupnya.(***)

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top