Gaya Hidup

Mantap Sis! Jamu dan Ramuan Khas Keraton Semenep ini Mampu Meningkatkan Gairah Bercinta Ala Wanita Madura

Penulis: Heru Sutrisno
Ayonews, Jakarta
Adat budaya Madura juga mengenal ethno wellness. Tradisi ini sudah turun menurun sejak jaman nenek moyang. Salah satu jenis perawatan spa asal lumbung garam nusantara itu So’oso.

Pakar kecantikan dan kesehatan, Mangestuti Agil mengatakan, etho wellness So’oso sejatinya identik dengan perawatan kesehatan dan kecantikan wanita keluarga keraton Sumenep.

Wanita yang sudah menikah dari keluarga kerajaan rutin minum jamu merupakan kewajiban. Mereka merasakan manfaatnya dalam menjaga kesehatan, hubungan baik dengan pasangan hingga periode atau paska menopause.

Budaya ethno spa Madura memiliki filosofi “sren-asren” yang berarti indah dan sedap dipandang mata. Ada juga “maradin robe, mabagus salera” yang memiliki arti mempercantik wajah, memperbagus muka.

Mengikuti ajaran filosofi tersebut, membuat para wanita Madura rajin merawat tubuh bagian dalam maupun luar. Tradisi mereka menggunakan jamu dan ramuan berkhasiat menjadikan kulit bersih dan wangi.

“Awalnya hanya untuk keturunan keluarga keraton saja. Ada 10 peracik jamu tradisional Madura yang sudah turun temurun dalam melestarikan ethno spa So’oso, ” ungkap Mangestuti dalam diskusi virtual Indonesian Wellness Tourism International Festival (IWTIF) 2021, di Jakarta, Selasa (14/9/2021).

So’oso memang tak terlepas dari jamu. Jamu untuk kesehatan dan perawatan kecantikan wanita. Wanita Madura yang hendak menikah, baru melahirkan, juga wanita bersuami hingga masa menopouse.

“Bahkan, bagi wanita yang tidak tinggal di Madura akan dikirim jamu oleh orang tuanya. Wanita yang tidak punya anak, kemudian memungut anak angkat, maka wanita tersebut juga harus minum jamu, tujuannya supaya ASI keluar, ” papar Mangestuti.

Ia mencontohkan beberapa ramuan khas Madura. Di antaranya Sale Karang. Jamu ini bermanfaat meningkatkan daya tahan tubuh. Setelah minum jamu, badan tidak terasa sakit. Dalam tradisi wanita Madura, Sale Karang diminum dua kali dalam seminggu. “Biasanya setiap hari Senin dan Kamis, ” tambahnya.

Kemudian ada ramuan kunci, suruh, kunyit yang direbus. Ramuan ini berkhasiat untuk menghilangkan bau badan. “Ramuan ini   diminum setiap hari, ” tambahnya.

Ada ramuan dari kapulaga yang berkhasiat untuk menghilangkan bau mulut, dupa dan minyak wangi yang berkhasiat mengharumkan organ kewanitaan. “Untuk ramuan ini, biasanya ada dupa ditambah minyak wangi (casablanka). Dipakai setiap malam jumat,untuk perawatan organ kewanitaan. Sementara ramuan sirih, kunyit, sinom, daun asam diminum selama haid,” terangnya.

Yang menarik, tutur Mangestuti, wanita Madura sebelum upacara pernikahan, terbiasa mentreatment tubuh luar dan dalam selama 40 hari. “Istilahnya timung, diet, olahraga, meditasi,” katanya.

Treatment tubuh tersebut bertujuan untuk mengurangi pengeluaran keringat, menghilangkan bau badan, menyembuhkan keputihan, tonik dan afrodisiaka atau bahan yang bisa berfungsi meningkatkan libido atau gairah bercinta. wanita  Madura juga membuat ramuan untuk diminum berasal dari rimpang kunci, kunyit, rhus semialata (galae), adas dan pule.

Tak lupa, wanita Madura juga memiliki tradisi perawatan rambut sebelum pernikahan. Seperti, perfumed steam bath, mandi kembang dengan campuran bahan alam yang berbau wangi ( mawar, melati, pandan). “Mereka juga merawat diri dengan jamu kesuburan, agar cepat hamil,” tambahnya.

Begitu hamil, lanjut Mangestuti, wanita Madura akan memanfaatkan jamu semasa hamil. Tapi tergantung usia kehamilan. Tujuannya untuk mempermudah proses kelahiran bayi, mengurangi rasa sakit

Kemudian, jamu sesudah melahirkan untuk mempercepat proses penyembuhan, kembali pada keadaan normal, bebas lemak, otot lentur dan kulit halus.

Paska kelahiran, wanita Madura terbiasa minum jamu pupak puser. Jamu ini diminum sampai keluarnya sisa-sisa tali pusar bayi baru lahir. “Jamu langsung diminum sampai 25 hari, 40 hari dan 40 hari berikutnya,” sambungnya.

Di saat bersamaan, wanita Madura juga minum jamu peluntur untuk membersihkan sisa darah dan memperlancar pengeluaran air susu. Jamu peluntur ini berupa kencur, bangle, adas, palasari, kunir, bawang putih, kayu anyang, sintok, kaningar, seprantu, masoi, kayu legi, laos, daringo, blimbing wuluh, nanas, pace, temulawak, jinten hitam.

Mereka menyebutnya dengan parem “bu abu“. ramuan ini untuk menjaga suhu tubuh, pencegahan bakteri, gangguan organ vital “Pemakaiannya setelah melahirkan pada organ kewanitaan untuk memudahkan pemulihan organ reproduksi,” terangnya.

Parem digunakan dengan cara digosokkan ke seluruh tubuh, ditempelkan pada dahi (pilis). dan digosokkan pada daerah perut (tapel)

Selain ramuan untuk diminum, Wanita Madura juga mempersiapkan ramuan luar (eksternal). Komposisinya terdiri dari abu kayu, garam , tamarindus indica (buah) dan asam asetat “Cara pembuatannya, campur semua bahan. Panaskan di atas api dan gosok dengan kain. Pakaikan ke organ kewanitaan sampai tidak panas lagi.

Ramuan pemakaian eksternal lainnya berupa laos diparut, dibungkus daun pisang dan dihangatkan. “Kemudian letakkan di dalam tempurung kelapa yang sudah dihangatkan.

“Duduk di atas tempurung tersebut. Khasiatnya mempercepat penyembuhan uterus, mencegah infeksi pada organ intim wanita,” tukasnya.

Meski demikian, ada pantangan dalam perawatan wanita Madura. Di antaranya ada beberapa makanan yang tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan, seperti ikan dorang, nanas, semangka, pepaya, pisang hijau, timun, pete, trasi, rujak.(***)

 

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top