Gaya Hidup

Jamu Wanita Bali Bikin Awet Muda, Sehat Alami Merawat Organ Intim Kaum Hawa

Penulis: Dedy Budiman

Ayonews, Jakarta
Sesuatu yang bersifat alami dan natural membuat Sally selalu penasaran. Termasuk pada ramuan atau jamu yang beredar di pasaran.Salah satu pelaku UMKM ini pun mengisahkan perjalanan usahanya. Terutama di bidang ramuan dan jamu-jamuan.

“Dari usia remaja saya sudah dibiasakan oleh mama saya yang notabene berasal dari Sulawesi utara namun besar di Pulau Jawa. Saya tertarik dan suka dengan sesuatu yang bersifat alami alias natural,” kata Sally di tengah-tengah diskusi virtual Indonesian Wellness Tourism International Festival (IWTIF) 2021, Minggu (12/9/2021).

Maka dari itulah, ketika ia menikah dan mempunyai anak, dirinya sudah mempunyai sedikit bekal pengetahuan tentang jamu. Termauk tanaman apa saja yang bisa dikomsumsi oleh wanita dewasa.

Karena merasa tidak puas dengan jamu bubuk yang dia beli, bahkan dia juga nggak melihat nyata bahan-bahan apa saja yang digunakan, Sally pun mulai berkreasi. Dia mencoba membuat dan meracik bahan-bahan yang ia kenal dan bisa untuk dibuat ramuan kewanitaan.

“Istilahnya tanaman-tanaman yang dari jaman baheula sudah terkenal bagus apabila diminum oleh wanita. Khususnya untuk kesehatan organ intim wanita. Seperti daun sirih, buah majakane, kulit buah delima dan pinang,” tuturnya.

Dari situlah ia mulai rutin membuat dan menawarkan jamu ramuannya kepada teman-teman dekatnya. Ternyata mereka tertarik untuk mencobanya. “Kemudian saya terkenal sebagai tukang jamu tradisional,” cetus Sally.

Namun kala itu ia menjual hanya menjual terbatas kepada teman-temannya sesama penghobi jamu godok. Produk jamu pertama yang ia racik adalah Jamu Ramuan 12. jamu ini khusus wanita yang sudah haid hingga usia menjelang menopause.

“Pertama kali dibuat di tahun 1994 di saat usia saya 27 tahun. Tapi saya sempat stop menjual karena kesibukan saya di bidang yang lain,” aku Sally.

Hingga akhirnya di tahun 2014, ia mulai mengenal social media yang bisa ia pakai untuk melancarakan usaha jamunya. “Media sosial saya pakai untuk menyalurkan apa yang ada di pikiran saya, berikut foto jamu yang saya buat,” tambahnya.

Walaupun prosesnya perlahan, tapi tekadnya sangat kuat untuk terus melangkah. “Hingga kini saya namakan produk jamu saya Jamu Wanita Bali,” ujarnya.

Sally menjelaskan salah satu produk jamu yang ia sebut dengan Jamu Ramuan 12. dengan berat 10 gram, dapat dicairkan dengan air sebanyak 600 ml. Komposisi Jamu Ramuan 12 ini terdiri dari daun sirih, kulit delima, majakane, daun kelor, sereh, kunci, bunga kenanga dll.

“Ramuan rempah dan rimpang khas Indonesia ini khusus untuk wanita dewasa di bawah 45 tahun. Berguna untuk merawat organ kewanitaan, khususnya dan kesehatan wanita pada umumnya, serta membuat awet muda,” paparnya.

Meski demikian, Sally mengingatkan bahwa pemakaian berlebihan dapat kontra indikasi. Dapat mengeluarkan cairan berlebih apabila mempunyai keputihan.

Sally juga memaparkan cara penggunaan Jamu Ramuan 12 ini. Pertama, rebus ramuan menggunakan 800 ml air atau sebanyak 4 gelas menjadi 600 ml air (3 gelas air) dengan api sedang. Kemudian disaring lalu minum selagi hangat ataupun dingin (diminum setelah makan).

“Masa expired 2 minggu dalam suhu ruang dan kering dan 1 bulan dalam kulkas. Stock yang dijanjikan: 50 bungkus. Saya jual harga normal: Rp 30.000. Harga promosi: Rp 25.000,” kata Sally.

Teh herbal
Produk kedua yang ia tawarkan adalah Jamu Ramuan 14 (JR14). Menurutnya, ramuan teh herbal ini awalnya hanya terdiri dari 2 macam tanaman herbal. Kemudian ia tambahkan rempah dan rimpang sampai menghasilkan rasa yang pas serta efek mengena ke tubuh.

“Apalagi saya ini mantan perokok. Tujuan saya awalnya hanya ingin mengkomsumsi sendiri. Tapi setelah saya rasakan efek yang luar biasa ke tubuh, maka saya ingin berbagi dulu kepada saudara, teman dan sahabat,” kenangnya.

Tak disangka, teh herbal yang ia sebut awalnya jamu ramuan 14 karena terdiri dari 14 macam tanaman herbal, rempah dan rimpang, responnya bagus. “Teman-teman dan saudara maupun sahabat merasakan tubuhnya hangat juga jadi bugar dan nyenyak tidurnya,” ujarnya.

Nah, lanjutnya, setelah itu mereka mulai membeli teh herbal (JR14) ini dengan harga jual awalnya hanya Rp15.000. Saat itu hanya dikemas dalam plastik klip sebanyak 5 bungkus dalam 1 pak plastik, plus label.

“Keterangan cara menyeduh saya bikin pakai tulisan tangan. Kemudian saya fotokopi. Namun saat ini ada sedikit perubahan, saya ikutkan gula batu dalam kemasan teh herbal ini agar memudahkan pelanggan saya menyeduhnya.

“Oh ya, teh herbal ini kira-kira saya buat sekitar 1,5 tahun yang lalu. Teh herbal ini baik dikomsumsi untuk pria dan wanita dari usia 18 tahun ke atas,” jelasnya.Ia berharap teh herbal ini bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh dan membuat tubuh tetap bugar.

“Produk teh herbal ini saya namakan Jamu Ramuan 14 (JR14). Jamu ramuan kedua ini saya racik sendiri berdasarkan ilmu otodidak yang saya miliki,” ungkapnya.

Sally menjelaskan, komposisi teh herbal yang ia ciptakan berasal dari daun pandan, ketumbar, kapulaga, daun kelor, kayumanis, cengkeh, kayu secang, dll.

“Ramuan kesehatan ini siap seduh. Terdiri dari beberapa bahan herbal pilihan dengan standar pembuatan dan pengemasan oleh tangan namun tidak perlu diragukan khasiatnya. Untuk menjaga kesehatan, stamina juga daya tahan tubuh,” jelasnya.

Cara penggunaannya itu sendiri, Sally menjelaskan, seduh ramuan dengan 300 ml air panas lalu diamkan hingga ramuan larut dan terurai. Kemudian saring dan diminum hangat atau dingin.“Tambahkan madu sesuai selera.Kontra indikasi: tidak ada. Masa expired: 1-2 bulan di tempat kering, 3 bulan di kulkas. Stok yang dijanjikan: 50 bungkus.

Produk Jamu Ramuan 14 ini dalam size kering beratnya 10 gram, dalam kondisi cair 250 ml. “Harga normal: Rp20.000. Harga promosi: Rp17.500,” promonya.(***)

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top