Gaya Hidup

Totok Wajah Ala Batak Karo Jauhi Stres, Bikin Fresh, Kulit Kencang dan Enak Dipandang

Penulis: Heru Sutrisno
Ayonews, Jakarta
Hidup di kota-kota besar  memaksa kaum hawa untuk banyak beraktivitas. Terutama para wanita karir. Dengan banyaknya kegiatan, tentu saja membutuhkan perawatan.

Tak hanya di seluruh bagian tubuh saja. Tapi wajah juga butuh relaksasi dan ekstra perawatan. Kerusakan wajah tak hanya diakibatkan polusi udara. Tapi juga karena stres.

Perawatan wajah menjadi masalah tersendiri bagi seorang wanita. Banyaknya kotoran yang menumpuk pada wajah bisa menyebabkan masalah kulit rusak.

Karena itu, wanita butuh wajah agar tetap terlihat cantik, sehat berseri dan bersinar. Dengan wajah bersih dari kotoran, kulit pun menjadi sehat, kencang, namun lembut dirasa.

Salah satu upaya yang bisa didapatkan untuk perawatan wajah adalah dengan totok wajah.

Umumnya, totok wajah merupakan terapi yang memadukan dua metode, yaitu acupressure (pijit atau tekan) dan bioenergi (tenaga dalam).

Namun ada yang menarik dari pengajar dan penguji therapist spa nasional, Yoyoh R. Tambera.

Menurutnya, totok wajah tak hanya dikhususkan bagi kaum wanita saja, pria pun harus bisa merawat wajahnya agar terlihat lebih tampan dan enak dipandang.

Yoyoh memperkenalkan salah satu ethno wellness totok wajah ala Batak Karo dalam webinar Indonesian Wellness Tourism International Festival (IWTIF) 2021 pada Jumat (10/9/2021).

Menurutnya, dalam totok wajah ala Batak Karo, setiap titik anatomi yang ditotok akan mendapatkan manfaat untuk kesehatan wajah.

“Dengan titik yang tepat saat melakukan totok wajah akan membuat wajah lebih fresh, kulit kencang dan mengurangi stres, ” ujar Yoyoh.

Apa yang membedakan totok wajah pada umumnya dengan totok wajah ala Batak Karo, Yoyoh menjelaskan secara teknik tak jauh berbeda.

“Dalam praktiknya, totok wajah ala Batak Karo ada ritual yang harus dijalani sebelum melakukan totok wajah.

“Ada filosofi penyandingan mantra dan jampi “Hata i do debata, jala debata do hata i” Doa itu adalah bicara tuhan dan Tuhan itu berbicara lewat do’a kita”, ” kata Yoyoh.

Menurut Yoyoh, filosofi ini terpengaruh dari ahli sufi dai Barus yaitu Hamzah Fansuri yang punya paham bahwa dirinya termasuk manusia bahkan alam satu wujud dengan Tuhan.

“Wahdatul wujud, ” tambahnya.

Kalau di masyarakat suku Jawa, Yoyoh mengungkapkan, ada tokoh terkenal Syekh Siti Jenar.

Manunggaling Kaulo Gusti”, begitu filosofinya, ” tambah Yoyoh.

Lain lagi dengan tokoh termasyhur Al-Al-Halaj dan Al-faraby dari Timur Tengah. “Dalam syairnya ia mengatakan “Ana Al haqqu”: (Saya kebenaran mutlak), yaitu
satu wujud dengan Tuhan,” terang Yoyoh.

Yoyoh menceritakan salah seorang pengobat tradisional Batak yang tinggal di Kecamatan Manduamas ketika penelitian
panulis tahun 1992-1996 bernama Datu Pulungan. Sayangnya, di tahun 2015 dia telah meninggal dunia.

Dalam sebuah tulisannya, Datu memaparkan tentang totok wajah Batak dan fungsinya.

Menurut Datu, totok wajah ala Batak Karo untuk melancarkan peredaran darah pada wajah, melemaskan otot-otot di wajah, membantu mengencangkan otot wajah, merilekskan otot-otot di wajah, membantu wajah agar awet muda.

Ditanya kapan totok wajah ala Batak Karo harus dilakukan, Yoyoh mengatakan, pertama, saat wajah terlihat lelah, lesu, kurang tidur, kurang bersemangat.

Kedua, otot wajah yang kaku. Ketiga, mengalami pusing dan sakit kepala. Keempat, wajah yang kurang cerah.

Namun demikian, Yoyoh mengingat bahwa totok wajah itu sendiri bisa kontradiksi ketika pertama, kulit wajah yang hyper sensitive, corpus dan tipis.

“Kedua, ada luka bakar di wajah. Ketiga, wajah yang sedang mengalami banyak jerawat meradang keempat, wajah yang selesai dilakukan tindakan filler dan botox, ” paparnya.

Bagaimana totok wajah ala Batak Karo dilakukan?

Pertama fokus pada kepala, yakni rambut dan organ bagiannya. Kemudian dilanjutkan ke leher, badan, tangan dan berakhir di kaki.

Sementara pijat (massage) suku bangsa lain di Indonesia bahkan atau kebiasaan di sejumlah negara lain, umumnya mulai dari kaki menuju ke kepala.

Yoyoh mengatakan bahwa spa Batak Karo punya filosofi sendiri tentang alasan spa yang dimulai dari kepala. Sebab, kepala merupakan bagian terpenting dan terhormat dari diri seseorang. Sementara kaki bagian yang hina.

“Jadi tidak sopan jika setelah pegang kaki
lalu pegang kepala, ” jelasnya.

Setelah melakukan totok wajah, spa Batak ini biasanya dilanjutkan dengan kusuk Batak massage. Kusuk Batak adalah merendam kaki menggunakan air hangat yang diberi jeruk nipis dan garam sambil sedikit dipijat-pijat.

Kemudian dilanjutkan dengan marpangir atau body scrub. Membersihkan kulit tubuh tidak cukup hanya dengan sabun, tapi dibutuhkan body scrub.

Body scrub adalah sebuah perawatan tubuh yang juga sering dikenal dengan sebutan facial tubuh atau bleaching.

Fungsi body scrub adalah menghidrasi kulit, sehingga kulit terasa lembut. Body scrub umumnya terbuat dari bahan-bahan abrasif seperti garam, gula, dan ampas kopi. Umumnya dicampur dengan massage oil dan essential oil.

Selanjutnya melakukan oukup atau mandi uap ala Batak menggunakan rempah-rempah.

Namun saat ini, Anda nggak perlu repot-repot mencari bahan atau peralatan untuk totok spa ala Batak.

Berikut beberapa bahan untuk totok spa seperti hand sanitizer, face cleanser, face scrub, essential oil lavender / tea tree, face serum, face mask, face toner. 

Dalam totok spa Batak, ada beberapa bagian anatomy wajah sebagai sasaran totok wajah.

“Di antaranya, 3 titik belahan tengkorak kanan & kiri, dahi kanan & kiri, urat nadi bawah alis mata, urat nadi bawah mata, urat nadi atas mulut, urat nadi bawah mulut, daun telinga , urat nadi bawah telinga, ” tutupnya.(***)

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top