Hukum

Usai Videonya Bikin Resah Warga NU, Gus Idris Berjanji Dakwah di Medsos Akan Utamakan Akhlaqul Karimah

Penulis: Rakhmad Zailani Kiki

Ayonews, Kabupaten Malang
Persoalan hukum yang menjerat Gus Idris Al-Marbawy dalam kasus video yang diviralkan di media sosial YouTube mulai menemui kejelasan.

Gus Idris pun mengaku mulai mendapat dukungan dari kiai-kiai NU sebagaimana rilis yang dikirim oleh Gus Idris.

Menurut Gus Idris, kasus hukum yang menjeratnya sudah mulai menemui kejelasan. Dia minta didoakan agar dapat berakhir dengan baik.

“Kebaikan bukan hanya untuk saya tapi juga untuk masyarakat, terutama kalangan nahdliyin,” jelasnya, Rabu (30/6/2021).

Gus Idris mengatakan bahwa video tentang Nyi Ronggeng ternyata dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk menjerat dirinya secara hukum. Judul video yang dibuat oknum tersebut adalah tentang penembakan seorang kiai, padahal judul itu bukan darinya.

Karena video tersebut sangat meresahkan warga nahdliyyin, lanjutnya, ia berusaha melakukan silaturrahim untuk melakukan klarifikasi sekaligus minta maaf atas keresahan yang ditimbulkan dari video tersebut ke kyai-kyai dan pengurus NU dari tingkat ranting sampai ke PBNU.

“Saya sudah menemui dr. Umar, Ketua PCNU Kabupaten Malang, Beberapa hari lalu saya juga menemui Ketua PWNU Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar di rumahnya, ditemani istri dan orang tua saya. Bahkan sampai tiga kali kali saya menemui KH Marzuki Mustamar,” paparnya.

Gus Idris menyatakan, kasusnya ini menjadi pelajaran bagi dirinya pribadi. Dia berjanji, dalam berdakwah nanti dirinya dapat lebih mengedapankan akhlaqul karimah dan pendidikan secara baik melalui medsos, terutama di channel YouTubenya.

“Di luar dugaan, atas kekhilafan saya ini, alhamdulillaah Allah mentakdirkan saya bisa silaturrahim, sowan, sungkem ke Romo KH Said Aqil Siroj. Selain sebagai Ketua Umum PBNU sekaligus guru kita sebagai warga NU. Saya diterima satu jam oleh KH Said Aqil Siroj, ” tambahnya.

Gus Idris menegaskan bahwa dirinya juga bagian dari jam`iyah Nahdlatul Ulama tentu mengumandangan sholawat An-Nahdliyyah, menyanyikan Syubbanul Wathon atau Yalal Wathon.

“Saya seorang Nahdliyyin, maka dalam menyelesaikan kasus hukum ini juga menempuh cara-cara sesuai akhlak Nahdlyyin, yaitu melakukan silaturrahim, klarifikasi dan meminta maaf.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top