Hukum

Sekjen WFTU Minta Polri Stop Kriminalisasi Terhadap 9 Aktivis Buruh

Reporter: Imran

Ayonews, Jakarta
World Federation of Trade Unions (WFTO) atau Federasi Serikat Pekerja Sedunia mengecam tindakan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang mengkriminalisasi aktivis buruh dalam aksi Hardiknas pada 3 Mei 2021 lalu.

“Tindakan Polri tidak dapat diterima dan provokatif terhadap gerakan serikat pekerja yang berorientasi kelas, dengan dalih pandemi. Stop kriminalisasi aksi serikat pekerja di Indonesia,” seru Sekjen WFTU, George Mavrikos via akun Facebooknya, Kamis (13/5/2021).

Menurut Mavrikos, Polri telah melakukan tindakan represi kekerasan dalam aksi Hardiknas itu diikuti dengan penangkapan sembilan kader dan anggota WFTU.

“Termasuk kawan Sunarno, Sekretaris Jenderal KASBI afiliasi WFTU, dan anggota Dewan Kepresidenan WFTU, ” tambahnya.

Mavrikos menilai, semua aktivis buruh itu telah dianiaya menghadapi dakwaan dalih dan palsu dan mereka diancam dengan satu tahun penjara.

“Para anggota serikat buruh yang teraniaya tidak sendiri. Kami mengungkapkan solidaritas internasionalis sangat penuh dan kompak. Kami menuntut penghentian segera dan tanpa syarat dari penganiayaan dan pencabutan semua tuduhan palsu, ” papar Mavrikos.

Seperti diketahui, dalam aksi demontrasi pada 3 Mei 2021 lalu, 9 orang ditangkap, 4 orang pekerja KASBI, termasuk Sekjen KASBI Sunarno anggota Dewan Kepresidenan WFTU, sedangkan 5 orang lainnya adalah aktivis mahasiswa di Jakarta.


																				
																					
																															
																																																																	
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top