Hukum & Kriminal

Polisi Bongkar Mafia Penyelundupan WNA Masuk Indonesia Tanpa Karantina

Penulis: Heru Sutrisno
Ayonews, Jakarta
Setelah beberapa hari lalu tersebar informasi Indonesia diserbu dengan kedatangan warga dari India, polisi langsung bergerak.

Aksi menyelundupkan penumpang kedatangan luar negeri untuk masuk Indonesia tanpa karantina pun akhirnya dibongkar pihak kepolisian. Tak hanya itu, polisi juga berhasil mengungkap pelaku penyelundupan tersebut.

JD seorang warga negara Indonesia (WNI) yang baru tiba dari India diduga menjadi pelaku penyelundupan warga negara asing dengan cara menyerahkan sejumlah uang ke oknum petugas Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, supaya lolos dari aturan karantina Covid-19.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Yusri Yunus mengatakan, JD membayar uang sebesar Rp 6,5 juta kepada S dan RW yang mengaku sebagai petugas Bandara Soetta.

“Modus membayar sejumlah uang ini yang sementara kita lakukan penyelidikan,” kata Yusri, Senin (26/4/2021) malam.

S dan RW sendiri, lanjut Yusri, berhubungan sebagai ayah dan anak.

“Kalau pengakuan dia (S dan RW) kepada JD, dia adalah pegawai bandara. Ngakunya doang. Dia sama anaknya. S itu sama RW itu anaknya. RW itu anaknya S,” tambah Yusri.

Keduanya leluasa keluar masuk bandara. Mereka lah yang berperan dalam membantu JD lolos dari prosedur karantina Covid-19 selama 14 hari.

“Dia (S dan RW) bisa keluar masuk itu. Besok kita sampaikan secara jelas. Intinya ini mereka meloloskan orang tanpa melalui karantina,” lanjutnya.

Yusri belum bisa memaparkan apakah ada pelaku lain di balik kasus ini.

“Apakah ada pelaku lain? Ini masih kita dalami,” imbuhnya.

JD, menurut Yusri, baru tiba dari India pada Minggu (25/4/2021) sekitar pukul 18.45 WIB.

Dia, beserta S dan RW, langsung diamankan pihak kepolisian. Ketiganya masih diperiksa.

“Nanti kalau sudah selesai akan kita sampaikan bagaimana kronologis pengungkapan kasusnya,” pungkas Yusri.

Menurut Yusri, JD bukan satu-satunya orang-orang dari luar negeri yang masuk ke Indonesia tanpa perlu karantina karena membayarkan sejumlah uang ke oknum petugas.

Yusri pun menyebut adanya mafia di balik kasus tersebut.

“Soalnya udah ramai orang-orang nakal ini. Orang-orang dari luar negeri tanpa karantina bisa bayar terus masuk. Makanya saya bilang ini mafia. Ini lagi kita dalami,” ujar Yusri.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top