Hukum & Kriminal

Jangan Sampai Institusi Negara Rusak, Aktivis Buruh Perempuan Desak Penguasa Libas Para Mafia Peradilan

Reporter: Imron Gofur

Ayonews, Jakarta
Perjuangan seorang advokat Dr FM Valentina untuk mendapatkan keadilan di negeri ini mengundang empati dari aktivis Perempuan Nining Elitos.

Dirinya ikut prihatin dengan adanya ketidakadilan yang menimpa janda dua anak itu.

“Sesama perempuan tentunya saya pertama prihatin dengan Ibu Valentina yang memperjuangkan hak-haknya, ” ujar Nining saat ditemui di Kantor Ombudsman pusat di Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, pekan lalu.

Setelah mengamati dan mempelajari kronologis perkara dan hukum yang timpang menimpa Dr Valentina, menurut Nining, peristiwa itu bukan yang pertama, tapi banyak terjadi di dunia peradilan negeri ini.

“Sebagai aktivis perempuan tentunya mendukung perjuangan seorang ibu, seorang perempuan untuk mendapatkan keadilan sepatutnya, ” tambahnya.

Karena dalam kasus yang menimpa Dr Valentina sarat dengan konspirasi mafia hukum dan peradilan, Nining mendesak kekuasaan untuk turun tangan agar korban-korban seperti itu dapat perhatian serius.

“Ketika rasa keadilan jauh dari apa yang diperjuangkan seorang perempuan, tentunya akan kami perjuangkan sekuat-kuatnya, ” ujar aktivis buruh ini.

Ketua Umum Konfederasi Kongres Aliansi Buruh Seluruh Indonesia (KASBI) ini mendesak penguasa untuk tidak membiarkan dunia peradilan dijadikan alat segelintir orang untuk menghancurkan institusi negara, terutama lembaga hukum.

“Agar ke depannya, para hakim di pengadilan tidak salah untuk membuat sebuah keputusan hukum yang tepat. Tidak merugikan kepada orang yang mencari keadilan, ” tambahnya.

Karena ini menimpa pada seorang perempuan, Nining akan terus memperjuangkan kepada siapapun rakyat Indonesia, terutama kaum perempuan.

“Kami akan terus memperjuangkan perempuan yang diabaikan hak-haknya, ditindas rasa keadilannya ke mana pun. Semua intansi terkait akan kami datangi, ” tandas Nining.

Seperti info yang beredar, Dr FM Valentina pemilik rumah di Jl Pahlawan Trip, Komplek Taman Ijen Blok B 8, Oro-oro Dowo, Klojen Kota Malang diduga menjadi korban kesewenang-wenangan aparatur negara Kota Malang pada 23, 24 dan 25 Maret 2021 silam.

Harta benda berupa rumah dan bangunan dieksekusi paksa, padahal dia memiliki dan menunjukkan 4 bukti sertifikat rumah dan bangunan .

“Saya sudah mengajukan keberatan-keberatan dan lelang gagal sampai empat kali. Mereka seperti siluman yang entah mungkin membuat sertifikat palsu sebagai dasar lelang. Ada penyalahgunaan kewenangan Ketua PN Malang dan KPKNL Kota Malang dalam pasal 421 KUHP, ” paparnya.

 

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top