Nasional

Telegram Kapolri Tentang Liputan Jurnalis Dicabut, Relasi Pers dan Polri Kembali Harmonis

Penulis: Dedy Budiman
Ayonews, Jakarta
Polri membatalkan Surat Telegram Kapolri yang mengatur tentang pelaksanaan liputan para jurnalis. Surat telegram nomor ST/750/IV/HUM.3.4.5./2021 itu sebelumnya diteken Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tanggal 5 April 2021.

Adapun telegram berisikan 11 poin tentang pelaksanaan peliputan bermuatan kekerasan/dan atau kejahatan dalam program siaran jurnalistik.

Menanggapi pencabutan telgram yang kontroversial tersebut, Presidium Dewan Pimpinan Pusat Kongres Advokat Indonesia (KAI), Andi Darwin Ranreng mengatakan bahwa telegram Kapolri tersebut memberikan kesan adanya pembatasan rekan rekan pers dalam melakukan peliputan di lingkungan Polri.

Sehingga, lanjut Andi, menimbulkan polemik dan kontroversi, bahkan muncul sikap penolakan dari kalangan insan pers.

“Prinsipnya saya setuju, kalau telgram ST/750/IV/HUM.3.4.5/2021 ini dicabut. Sebab bisa membatasi pekerjaan teman teman pers dalam menyampaikan informasi yang obyektif terhadap kinerja Polri,” ungkap Andi saat di hubungi melalui telpon genggamnya, Kamis (8/4/2021) di Jakarta.

Menurutnya, pekerjaan wartawan itu senantiasa mengutamakan obyektifitas dan akurasi informasi.

“Apa yang dia lihat, dia rasakan dan dia alami, itulah yang dia tulis. Kalau toh ada wartawan yang merekayasa berita, yang berdampak pada masalah citra Polri, jelas melanggar kode etik jurnalistik sesuai UU no 40 Tahun 1999 tentang pers, ” jelasnya.

Kemudian, lanjutnya, mengenai citra Polri, nggak perlu pembatasan informasi.

“Sebaiknya di internal Polri dibentuk pembinaan mental, sikap maupun perilaku setiap anggota Polri agar sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, ” tambahnya.

Andi mengimbau, agar hubungan Polri dengan kalangan pers harmonis, ya, seringlah bersilahturahmi, berdiskusi dan berdialog, sehingga muncul sinergisitas yang mantap antara pers dan Polri.

“Sekaligus mencegah terjadinya pengebirian pers seperti di era Orba. Intinya masing masing punya koridor hukum yang harus dijaga dan saling menghormati” pungkasnya.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top