Kesehatan

Diduga Pamer Vaksinasi di Rumah, Sang Pemilik Akun Langsung Hapus Instastory, Satgas Covid-19 pun Bereaksi

Ayonews, Jakarta
Vaksinasi corona telah dimulai untuk beberapa kategori masyarakat. Dari tenaga kesehatan, lansia, petugas pelayan publik, dan lansia.

Proses penyuntikan sejatinya dapat dilakukan dengan 2 cara. Datang ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat atau ke tempat vaksinasi corona massal yang ditentukan pemerintah.

Vaksinasi corona massal sudah dilakukan beberapa kali. Seperti untuk pedagang di Pasar Tanah Abang dan Pasar Beringharjo, juga untuk awak media di Hall D Istora Senayan, Jakarta.

Jubir Satgas Covid-19 Prof Wiku Adisasmito pada Kamis (4/3), memang pernah menyampaikan wacana lansia bisa divaksin corona di rumah. Hal ini untuk memudahkan mereka yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan. Namun hal ini juga belum ada aturan lebih detail.

Terkait hal ini, sebuah foto menunjukkan seorang yang tidak berkategori lansia diduga divaksin di rumah viral di media sosial. Dia adalah Mutia Imro Atussoleha, warga perumahan di Cilandak, Jakarta Selatan.

Di akun Instagramnya, ia sempat memposting kartu vaksinasi dan proses penyuntikannya. Di sana terlihat, Mutia merupakan perempuan kelahiran 1990.

Namun tak berapa lama, Mutia menghapus instastorynya. kumparan sudah berupaya menghubunginya tetapi belum direspons.

Sementara, Dinkes Jakarta Selatan mengaku masih mencari informasi detail. “Kami cek dulu,” kata Kasudinkes Jaksel dr Helmi kepada kumparan.

Dalam Surat Keputusan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes Nomor 02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Covid-19, tertulis sebagai berikut:

Tempat Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19

Pelayanan Vaksinasi COVID-19 dilaksanakan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan milik Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah Provinsi, Pemerintah daerah Kabupaten/Kota atau milik masyarakat/swasta yang memenuhi persyaratan.

Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang melaksanakan Vaksinasi COVID-19 adalah sebagai berikut:

1. Puskesmas, puskesmas pembantu;

2. Klinik;

3. Rumah sakit; dan/atau

4. Unit pelayanan kesehatan di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

Fasilitas pelayanan kesehatan yang menjadi pelaksana pelayanan vaksinasi Covid-19 harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

1. memiliki tenaga kesehatan pelaksana vaksinasi COVID-19;

2. memiliki sarana rantai dingin sesuai dengan jenis Vaksin COVID-19 yang digunakan atau sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; dan

3. memiliki izin operasional Fasilitas Pelayanan Kesehatan atau penetapan oleh Menteri sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Fasilitas pelayanan Kesehatan yang tidak dapat memenuhi persyaratan poin 2 dapat menjadi tempat pelayanan vaksinasi Covid-19 namun dikoordinasi oleh Puskesmas setempat.

Sumber: Kumparan

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top