Hukum

IPW Sesalkan Pengurusnya jadi Tersangka dan Dijerat UU ITE

Penulis: Maruli Siahaan
Ayonews, Jakarta
Hari ini, Kamis 23 Feb 2021 siang, Ketua bidang Investigasi Indinesia Police Watch (IPW) Joseph Erwiantoro diperiksa sebagai tersangka dengan surat panggilan Nomor: Spgl/499/II/RES 2.5/2021/Ditreskrimsus PMJ.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S. Pane menyesalkan status tersangka yang disematkan penyidik ke salah satu anggotanya.

Neta mengingatkan bahwa Kapolri Lystio Sigit Prabowo telah mengeluarkan surat edaran (SE) tentang penerapan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) agar lebih selektif dan tidak dijadikan alat kriminalisasi.

Menurut Neta, dalam kasus ini IPW sudah mendapat keterangan dari 2 ahli bahasa bahwa tidak ada penghinaan yang dituduhkan pelapor terhadap terlapor.

Sebelumnya pada 20 November 2020, Joseph Erwiyantoro sudah dipanggil, dimintai keterangan dan diperiksa Ditreskrimsus PMJ dgn Nomor: Spgl/4207/XI/RES.2.5./2020/Ditreskrimsus atas laporan Agustinus Eko Rahardjo terkait kasus dugaan pencemaran nama baik melalui media sosial.

IPW melihat pengaduan pelapor sebenarnya tidak mendasar karena tulisan terlapor sesungguhnya adalah kritik untuk membangun persepakbolaan nasional dan tidak ada kata kata fitnah untuk pelapor.

IPW khawatir jika perintah Kapolri tentang Kesadaran Budaya Beretika untuk Mewujudkan Ruang Digital Indonesia yang Bersih, Sehat, dan Produktif yang ditandatangani pada Jumat (19/2/2021) diabaikanakan bakal terjadi keresahan di masyarakat.

“Berujung pada ketidakpercayaan publik dan benturan sosial antara masyarakat dengan pimpinan kepolisian, karena masyarakat merasa dikriminalisasi dengan pasal-pasal karet UU ITE itu,” tandasnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus membenarkan bahwa Joseph Erwiantoro telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Yusri mengatakan bahwa penersangkaan Joseph Erwiantoro dilakukan sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku.

“Laporannya tentang kasus pencemaran nama baik, memang ada LP tahun lalu, kemudian dilakukan penyelidikan. (Laporan terkait) adanya cuitan di media sosial yang merasa pelapor ini tersinggung kemudian melaporkan,” ujar Yusri kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (23/2/2021).

“Kita persangkakan di Pasal 27 UU ITE. Penyelidikan berjalan sampai dengan naik penyidikan dan terakhir penetapan tersangka,” sambung Yusri.

Mengenai penersangkaan Joseph yang dikaitkan dengan SE Kapolri ini, Yusri menegaskan bahwa Joseph ditetapkan sebagai tersangka pada 5 Februari 2020, sebelum SE Kapolri soal penanganan kasus UU ITE keluar.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top