Nasional

Pemerintahan Sebelumnya Nggak Mikirin, Baru di 2014 Pemerintah Pusat Serius Membangun dan Mengembangkan Desa

Reporter: Michael

Ayonews, Jakarta
Kegiatan pengukuhan pengurus Forum Perguruan Tinggi untuk Desa (PERTIDES), sekaligus penandatanganan kesepakatan bersama antara Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) dan Transmigrasi dengan Kementerian Dalam Negeri dan juga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan digelar di Auditorium Binakarna, Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto Kav. 71-73, Jakarta Selatan. Rabu (10/02/2021) pukul 09.00 WIB.

Pengukuhan pengurus Forum Perguruan Tinggi untuk Desa berupa penyerahan SK oleh Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi, H. Abdul Halim Iskandar. Dihadiri pula oleh 22 Rektor perguruan tinggi dan 6 Universitas.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Forum Pertides, Prof. Panut Mulyono menyampaikan bahwa pihaknya akan memfasilitasi untuk meningkatan kompetesi perangkat desa.

“Mulai dari rekondisi pembelajaran yang lama, akan menjadi dasar di Pertides, agar dapat meningkatkan kemakmuran dan daya saing desa, ” katanya.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) dan Transmigrasi,  H. Abdul Halim Iskandar mengucapkan rasa syukurnya bahwa dirinya sudah lama ingin memberikan kontribusi bagi desa.

“Dengan menjadi menteri saya memiliki peluang untuk membantu desa dalam pendidikan perguruan tinggi di desa,” ungkap Abdul Halim.

Dia juga berkomitmen akan terus membantu pendampingan desa agar mendapatkan pendidikan di perguruan tinggi.

“Terima kasih ada dukungan yang telah diberikan, semoga kami dapat membangun negeri melalui desa,” tambahnya.

Sementara itu Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian mengungkapkan bahwa desa sudah ada sejak dulu. Namun pemerintah masih belum serius dalam mengembangkan desa.

“Baru sejak tahun 2014 ke atas, pemerintah fokus dalam pembangunan dan pemerataan desa. Kementerian desa pun diadakan, agar dapat benar-benar fokus dalam pembangunan desa, ” paparnya

Tito juga mengatakan, jika memiliki central perekonomian di berbagai desa, maka di masa pandemi Covid-19, Indonesia tidak perlu khawatir terkait ketahanan ekonomi bangsa.

“Pemerintah pusat melalui Presiden Djoko Widodo akan sangat serius dalam membangun desa, ” tambahnya.

Tito berharap, perangkat desa dapat mengetahui cara perencanaan pembangunan desa, ilmu keuangan, kemampuan management, pengelolahan sumber daya dan lain-lain.

“Kita juga tidak hanya memberikan pendidikan formal atau sertifikat saja. Melainkan ada ilmu yang mereka dapat dari kegiatan IPDN, Pelatihan, Litbang dalam negeri, kemapuan pola pikir secara ilmiah,” tandas Tito.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top