Hukum

BKN Minta Komnas HAM Jangan Asal Omdo Terkait Meninggalnya Ustadz Maaher At-Thuwailibi

Muhammad Rofi’i, Ketua Barisan Ksatria Nusantara.

Penulis: Hendro Heri
Ayonews, Jakarta
Barisan Ksatria Nusantara (BKN) menjadi salah satu pihak yang menjaminkan penangguhan penahanan Ustadz Maaher At-Thuwailibi alias Sony Ernata beberapa saat setelah ditangkap Bareskrim Polri karena terjerat UU ITE.

Karena itu, BKN turut menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Ustadz Maaher.

“BKN berdoa semoga almarhum husnul khotimah dan mudah-mudahan keluarga yang ditinggalkan tabah dan menerima ujian ini dari Allah SWT,” ucap Ketua Umum BKN, Muhammad Rofi`i Mukhlis di Jakarta, Rabu (10/2/2021).

Meski demikian, lanjut Rofi’i, terkait kontroversi sakitnya Ustadz Maaher hingga kemudian akhirnya meninggal dunia, BKN memberikan apresiasi kepada Mabes Polri, karena sampai detik ini Polri masih menyimpan dan merahasiakan sakitnya Ustadz Maheer.

“BKN setuju Polri merahasiakan atas pertimbangan untuk menjaga nama baik keluarga. BKN memandang itu sudah sangat tepat, ” katanya.

Karenanya, BKN mengingatkan kepada Komnas HAM jangan asal ngomong doang alias Omdo menyikapi sakit dan kontroversi penyebab meninggalnya Ustadz Maheer.

“Lebih baik tabayyun secara kekeluargaan dan hasilnya hanya keluarga Ustadz Maaher, Polri dan Komnas HAM saja yang tahu, ” jelasnya.

Seperti yang disampaikan oleh Mabes Polri bahwa menjaga nama baik itu lebih utama daripada dibuka di ruang publik, jika itu tidak bisa menyelesaikan masalah.

Rofi’i berharap takdir yang menimpa Ustadz Maaher ini menjadi hikmah bagi semua pihak tentang pentingnya silaturahim.

“Pentingnya saling menjaga, terutama kerukunan antarumat beragama, kerukunan antarumat Islam dan kerukunan sesama saudara sebangsa setanah air,” tambahnya.

 

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top