Ibukota

Penanganan Covid-19 Tak Becus, Bilang Warga Kebanjiran Udah Biasa Tidur di Pasar, Warga: Plt Walikota Jaksel Ngibul

Penulis: Maruli Siahaan
Ayonews, Jakarta
Plt Wali Kota Jakarta Selatan (Walkot Jaksel) meninjau lokasi banjir  di RW 08 Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (7/2/2021).

Menurutnya, warga yang mayoritas pedagang di Pasar Minggu terbiasa tidur di pasar ketika banjir datang.

“Kita sih siapin pengungsian di Masjid Al Makmur yah tapi karena ini, mereka sudah terbiasa ini nginep di rumah saudaranya atau balik ke pasarnya, Pasar Minggu, karena rata-rata pedagang ya, pedagang Pasar Minggu. jadi ‘biar deh rumah kebanjiran, saya tidur dulu di pasar’ ini udah sudah menjadi kebiasaan mereka dari zaman dulu,” kata Plt Wali Kota Jakarta Selatan Isnawa Adji saat ditemui di lokasi, Minggu (7/2/2021).

Isnawa datang untuk memastikan keselamatan warga yang rumahnya tergenang banjir. Ia datang sekitar pukul 18.20 WIB.

“Bukan langganan banjir ya, memang dari dulu daerahnya sudah rendah, ada di bantaran Ciliwung RW 07, RW 08 Pejaten Timur. Nah kita memastikan bahwa warga selamat,” ujarnya.

Banjir di lokasi tersebut sempat mencapai tinggi 1,5 meter. Sebanyak empat RW terdampak banjir.

Pantauan, per pukul 17.10 WIB, Minggu (7/2/2021), di RT 05 RW 08, Kelurahan Pejaten Timur, banjir belum surut. Personel Damkar, Satpol PP, polisi, serta BPBD bersiaga di lokasi. Masih ada sejumlah warga yang bertahan di lantai dua rumahnya.

Hendra, seorang warga Pejaten, Pasar Minggu sudah lama memendam kecewa dengan kinerja Walikota Jakarta Selatan.

Menurutnya, pernyataan itu terkesan kalau Plt Wali Kota Jaksel tidak bertanggungjawab terhadap warganya.

“Dia tidak punya kepedulian sosial terhadap warga Jakarta Selatan yang dilanda banjir. Soal penanganan pandemi Covid-19 aja nggak becus. Sekarang ngomongin warga sudah biasa kebanjiran. Ngibul doang dia, ” keluhanya seraya menyodorkan foto lingkungan rumahnya yang kebanjiran.

Sambil memperlihatkan foto anaknya yang sedang berenang di area banjir rumahnya, Hendra mengatakan, seharusnya sebagai abdi negara, Plt Walikota memberikan empati kepada warga.

“Dan bukan malah seolah cuci tangan dan pura-pura tidak tahu kesulitan yang dialami warganya. Kami ini susah. Boro-boro bantuan makanan datang, malah terkesan nutup-nutupin ketidakmampuannya bekerja, ” tandas Hendra.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top