Internasional

Militer Myanmar Umumkan Kudeta Resmi, Aung San Suu Kyi Ditahan

Ayonews, Myanmar

Setelah pemimpin de facto negara itu Aung San Suu Kyi dan presiden dari partai penguasa ditangkap, militer mendeklarasikan keadaan darurat setahun. Kudeta sepertinya resmi terjadi di Myanmar.

Myawady TV milik militer membuat pengumuman Senin (1/2/2021) pagi. AFP melaporkan tentara militer juga menguasai balai kota Yangon, di mana lima truk berisi pasukan masuk ke dalam kompleks balai kota dan tentara mengusir orang-orang yang bekerja di dalamnya.

Militer juga menunjuk seorang jenderal sebagai pejabat presiden. Militer mengatakan langkah ini diperlukan guna menjaga “stabilitas negara” di tengah ketidakberesan Pemilu 2020.

Sebelumnya Suu Kyi ditangkap bersama Presiden Win Myint ditahan di ibu kota Naypyidaw. Di tempat lain, menurut sumber partai Menteri Utama Negara Bagian Karen dan beberapa menteri regional lainnya juga ditahan.

“Kami mendengar mereka diambil militer.. Dengan situasi yang kita lihat terjadi sekarang, kita harus berasumsi bahwa militer sedang melakukan kudeta, ” kata Juru Bicara NLD Myo Nyunt kepada AFP.

Partai Suu Kyi Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) sebelumnya memenangkan Pemilu. Pemungutan suara di Myanmar di lakukan November lalu.

Ini merupakan pemilu demokratis pertama Myanmar keluar dari cengkeraman militer yang berkuasa selama 49 tahun di negara itu, pada tahun 2011. NLD menyapu bersih pemungutan suara.

Hal itu memberi harapan Suu Kyi (75) bisa memperbarui kontrak kekuasaan dengan masa jabatan lima tahun yang baru. Tetapi militer selama berminggu-minggu mengeluh bahwa pemilihan penuh kecurangan.

Militer mengklaim telah mengungkap lebih dari 10 juta contoh penipuan pemilih. Mereka menuntut komisi pemilu yang dikelola pemerintah merilis daftar pemilih untuk pemeriksaan silang.

Pekan lalu, panglima militer Jenderal Min Aung Hlaing, orang paling kuat di negara itu mengatakan konstitusi 2008 negara itu bisa “dicabut” dalam keadaan tertentu. Pernyataan Min Aung Hlaing, datang saat rumor kudeta marak.

Ini meningkatkan ketegangan di dalam negeri dan mendapat peringatan dari lebih dari selusin kedutaan asing dan PBB. Sebelumnya Myanmar mengalami kudeta dua kali sejak kemerdekaan dari Inggris tahun 1948, tahun 1963 dan 1988.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top