Hukum & Kriminal

5 Anggota Jaringan Narkoba yang Dikendalikan dari Lapas Ditangkap, 2 Didor Polisi

Penulis: Hendro Heri

Ayonews,  Jakarta
Direktorat Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri membongkar peredaran gelap narkoba jaringan internasional Indonesia-Malaysia.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyebutkan, kasus ini terungkap berdasarkan kerjasama antara Polri dengan Bea dan Cukai.

“Pengungkapan kasus tersebut dimulai saat tim Bareskrim Polri menerima adanya peredaran narkoba yang masuk lewat Batam pada akhir Desember 2020 lalu. Petugas pun menggelar penyelidikan terkait kasus tersebut,” jelas Argo di Kantor Divisi Humas Polri, Jakarta, Jumat (29/1/2021).

Menurut Argo, Polri telah mengantongi lokasi yang diduga menjadi peredaran narkoba jaringan tersebut di Tanjung Umma, Lubuk Baja, Kota Batam.

“Tim pun akhirnya melakukan pengintaian terhadap sebuah mobil Daihatsu Sigra berwarna hitam di sekitar lokasi itu pada 21 Januari 2021,” jelasnya.

Argo mengatakan, total ada 6 petugas yang membuntuti kendaraan itu dengan sepeda motor.

“Kita buntuti  mobil  bernomor polisi BP 1249 AR di Tanjung Umma Lubuk Baja, Kota Batam. Anggota ini naik motor, 3 motor. Jadi ada enam orang petugas berboncengan,” tambahnya.

Akhirnya, sambung Argo, petugas pun berhasil menangkap pelaku tersebut usai dilakukan pengejaran.

“Pelaku sempat melarikan diri memasuki gang-gang kecil di daerah tersebut, ” ungkapnya.

Dua orang pertama yang ditangkap adalah SK alias Sefri dan MNS alias Nofri. Salah satu pelaku pun harus ditembak timah panas di bagian kaki setelah berusaha melarikan diri.

“Mobil tersebut tau kalau dibuntuti, mereka masuk gang-gang dan melakukan kecepatan yang tidak biasa. Anggota semakin curiga, karena anggota menguasai daerah bisa dihentikan,” ungkapnya.

“Saat dihentikan si sopir itu dan sama pendamping lari menghindari petugas. Loncat dari kendaraan dan lari. Kita lakukan penembakan peringatan. Akhirnya kita lakukan tindakan tegas mengenai kaki berhasil kita lumpuhkan,” sambungnya.

Saat digeledah, petugas menemukan sejumlah barang bukti di mobil pelaku. Di antaranya, 2 buah karung warna putih yang masing-masing berisikan jerigen plastik.

Di dalam jerigen plastik itu, terdapat 1 buah tas warna hitam yang berisikan narkotika jenis Shabu, Ekstasi dan Happy Five (H5).

“Selanjutnya petugas mengamankan kedua tersangka yang membawa barang tersebut,” jelasnya.

Setelah itu, pihak kepolisian mengembangkan kasus tersebut berdasarkan keterangan dari SK dan MNS, terang Argo, Polri  menangkap HY alias Ferdi dan H di daerah Duyung, Pasar Buah, Lubuk Baja, Kota Batam.

“Dia sedang berdiri di pinggir jalan. Dia mengawasi. Dia ternyata tau ada kendaraan zebra ditangkap petugas. Anggota ini juga sudah tau juga dua pelaku melihat. Akhirnya kita tangkap juga,” ungkapnya.

Argo menuturkan petugas Polri pun turut mengamankan tersangka terakhir yang terlibat dalam peredaran narkoba jaringan internasional tersebut. Tersangka itu adalah RFH alias Rizki.

Kepada petugas, kelima tersangka mengaku dikendalikan oleh warga binaan lapas Barelang atau Warga Negara Malaysia dan satu orang bos yang juga berasal dari Malaysia. Mereka kini tengah masih dalam buronan Polri.

“Dari hasil pemeriksaan, barang ini dari Malaysia yang mengendalikan ada warga binaan di salah satu LP di Batam. Dan ada satu bos dari Malaysia yang mengendalikan. Ada dua orang yang masih kita kejar,” jelasnya.

Dalam kasus ini, Polri menyita 8 bungkus narkoba jenis sabu seberat 8.206 gram brutto, 21.000 butir ekstasi, 220 Happy Five (H5), 3 buah handphone dan 1 buah mobil Daihatsu Sigra warna hitam.

Atas perbuatannya, seluruh tersangka dijerat pasal 114 ayat 2 Jo pasal 132 ayar 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, ancaman hukuman pidana mati, pidana seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun penjara serta denda minimal Rp 1 miliar dan maksimal Rp 10 milliar.

Selain itu, pelaku juga dijerat dengan pasal 112 ayat 2 Jo Pasal 132 Ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan denda minimal Rp 800 Juta.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top