Ibukota

Manfaatkan Pandemi Covid-19, Oknum CKTRP Nakal Malah pada Bancakan Bangunan Bermasalah

Reporter: Irvan Siagian

Ayonews, Jakarta
Dampak pandemi Covid-19, berimbas pada menjamurnya pembangunan tanpa Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di wilayah Kecamatan Kemayoran hingga beranak pinang.

Ini terjadi lantaran petugas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP) Kecamatan Kemayoran tutup mata dan telinga alias setali tiga fulus dengan para pemilik dan pemborong nakal. Sehingga, pembangunan seperti ini merajalela.

Pantauan di lapangan, pembangunan tanpa plang IMB di Jalan Kalibaru Barat RW 02 Kebon Kosong ini dibangun untuk percetakan tanpa tindakan dari petugas CKTRP.

“Makin banyak pembangunan tanpa IMB seperti pembangunan percetakan tanpa plang IMB di Jalan Kalibaru Barat RW 02 Kebon Kosong itu pembangunannya jalan terus tanpa ditindak petugas CKTRP,” cetus Ricky (49) warga Kecamatan Kemayoran, Rabu (27/1/2021).

Hal senada juga dilontarkan, Budi (56) warga lainnya. Dia juga mengeluh terhadap kinerja petugas CKTRP yang semakin hari semakin memble dalam melakukan pengawasan bangunan.

“Sepertinya pembangunan tidak ada izin jadi ajang bancakan oknum-oknum petugas CKTRP dan lain-lain. Merajalela pembangunan melanggar di wilayah Kemayoran. Bahkan parahnya lagi pembangunan tanpa IMB dapat selesai dibangun,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Sektor CKTRP Kecamatan Kemayoran, Reza saat dikonfirmasi tidak ada ditempat. Begitu juga ketika dihubungi telepon seluler. Handpohne yang bersangkutan tulalit.

Selain itu, petugas CKTRP lainnya, Eko dan Ridwan saat dihubungi ponsel tentang pembangunan melanggar di wilayah kerjanya tak mau menjawab pesan singkat Whats App (WA).

Menanggapi hal tersebut, Ketua Lembaga Pemantau Penyimpangan Aparatur Daerah (LP2AD) Victor Irianto Napitupulu mengaku miris terhadap kinerja anak buah Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan.

“Sudah berulangkali petugas CKTRP yang nakal seperti ini harusnya dicopot-copotin karena lalai dalam menjalankan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) pengawasan soal pembangunan bermasalah,” ucap Victor.

Banyaknya aduan dari masyarakat tentang kinerja petugas CKTRP ini, kata Victor bukan sekali atau dua kali.

“Sebelum tambah banyak pembangunan bermasalah, ganti seluruh jajaran CKTRP mulai dari tingkat kecamatan, Sudin dan Dinas karena kerjanya nggak beres,” tandasnya.

Victor juga meminta agar Kejaksaan Negeri (Kejari) melakukan Inspenksi mendadak (Sidak) di beberapa lokasi pembangunan bermasalah khususnya di wilayah Jakarta Pusat.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top