Hukum & Kriminal

4 ABG Lagi Transaksi Seks, 1 Mucikari Prostitusi Anak di Bawah Umur Ditangkap

Reporter: Michael

Ayonews, Jakarta
Jajaran Polsek Tanjung Priok, Jakarta Utara berhasil membekuk sindikat eksploitasi dan prostitusi anak bawah umur di Hotel Holiday Inn, Jalan Griya Utama, Sumur Agung, Tanjung Priok pada Senin (25/01/2021) pukul 20.00 WIB.

Kanitreskrkm Polsek Tanjung Priok, AKP Paksi Eka Saputra memimpin langsung penangkapan tersebut.

Empat perempuan remaja di bawah umur menjadi korban atas peristiwa perdagangan seks komersil tersebut. Mereka adalah DM (17), FZ (15), AAG (15), SF (15) yang merupakan korban eksploitasi dan prostitusi dari perbuatan tindak kriminalitas. Sementara pelaku sebagai mucikari berinisial RSD (21).

Selain pelaku dan korban, petugas mengamankan barang bukti berupa ; 4 unit hp merk Iphone 6, Iphone X, Redmi A8 Pro dan OPPO A5S, ang tunai Rp. 17.200.000, 3 buah alat kontrasepsi merek Sutera, 3 pakaian dalam wanita warna abu-abu, hijau dan putih coklat, 3 celana dalam wanita motif bunga, merah muda dan hitam, 3 Sim card dengan nomor 08589162xxxx, 0888966xxxx, 08578028xxxx.

Saat konferensi pers pada Rabu (27/01/2021) pukul 16.00 WIB, . yang digelar di Polsek Tanjung Priok, pihak kepolisian bersama dengan Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) yang diwakilkan oleh Henny Adi Hermanoe menjelaskan kronologis penangkapan dan langkah-langkah yang harus dilakukan sebagai pemulihan psikhologi para korban yang masih di bawah umur.

Kapolsek Tanjung Priok, Kompol Hadi Suripto membeberkan, perkara perdagangan anak dibawah umur ini masih dalam penanganan lebih lanjut. Pihaknya akan terus mengusut siapa dalang atau otak di balik sindikat eksploitasi dan prostitusi anak dibawah umur tersebut.

Sekjen LPAI, Henny mengatakan, kejahatan prostitusi ini terjadi dikarenakan pergaulan bebas.

“Bisa karena pengaruh media sosial via gadget yang tidak dipantau oleh orangtua, ” tambahnya.

LPAI juga mengapresiasi kinerja polisi, baik Polres Jakarta Utara dan Polsek Tanjung Priok.

“Kami berharap polisi dapat menangkap otak di balik perdagangan anak yang sudah sering terjadi, ” jelasnya.

Henny juga berharap agar pihak kepolisian dapat terus bekerjasama dengan LPAI dalam memberantas sindikat prostitusi yang menyeret anak di bawah umur.

Henny menambahkan, LPAI akan membawa anak-anak yang menjadi korban untuk dapat dilakukan rehabilitasi dan pemulihan.

“Kami akan lakukan semampu kami untuk mengembalikan mental anak-anak, agar mereka tidak merasa down. Mulai dari cek kesehatan, psikologi, mental dan yang lainnya,” ujarnya.

Atas peristiwa tersebut, pelaku dijerat pasal 88 UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, juncto asal 2 ayat (1) dan (2) UU No. 21 Tahun 2007 tantang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang, dan atau Pasal 297 KUHP dengan hukuman maksimal 15 tahun kurungan.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top