Nasional

2 Rumah Mewah ini Roboh Terseret Longsor

Penulis: Dedy Budiman

Ayonews, Bandarlampung
Sebuah video yang memperlihatkan dua rumah mewah roboh karena longsor beredar viral di media sosial.

Dua rumah yang berada di kawasan Perumahan CitraLand Bandar Lampung itu hancur akibat terseret longsor.

Melansir TribunNews, Kamis (28/1/2021), detik-detik robohnya rumah mewah seharga kurang lebih Rp 1,7 miliar per unitnya tersebut  beredar di grup-grup WhatsApp.

Dalam video tersebut, terlihat ambruknya dua rumah itu terjadi setelah tanah di lokasi perlahan mengalami longsor.

Diketahui kedua rumah berada di Blok 9 Cluster Da Vinci, Perumahan CitraLand di Jalan Raden Imba Kusuma, Kecamatan Teluk Betung Selatan.

Desi, warga setempat yang berjarak tiga rumah dari lokasi kejadian menjelaskan, robohnya rumah tetangganya itu terjadi pada Selasa (26/1/2021) sekira pukul 11.00 WIB.

Menurutnya, rumah yang ambruk itu belum dihuni dan masih dalam tahap pembangunan.

“Ya ambruk karena tanahnya longsor, mulanya rumah yang di ujung jalan, yang warna putih itu,” kata Desi di lokasi, Rabu (27/1/2021).

Dilansir Tribun Lampung, Marsidi, pemilik kolam ikan yang tak jauh dari komplek perumahan elit itu mengatakan, kejadian longsor sudah terjadi dua kali.

“Ini sudah kedua kalinya. Sebenarnya sudah capek juga,” ujar pria yang akrab dipanggil Aceng ini, Selasa.

Menurut dia, peristiwa longsor pertama terjadi pada Maret 2020 lalu.

“Nah, tahun kemarin yang ketimbun itu rumah punya adik, lalu saya pindahin,” jelasnya.

Dalam kejadian kali ini, giliran Aceng yang menjadi korban longsor, dua kolam ikannya seluas 5×10 meter persegi tertimbun material longsoran.

Managing Director Ciputra Group, Harun Hajadi menegaskan, siap bertanggung jawab atas robohnya dua unit rumah tersebut.

“Itu tanggung jawab kami, sesuai pesan pesan founding father Pak Ci (almarhum Ciputra), jangan menyalahkan kontraktor. Kami siap bertanggung jawab,” kata Harun kepada Kompas.com, Selasa.

Harun menduga, robohnya dua unit rumah tersebut akibat longsor yang disebabkan curah hujan dengan intensitas tinggi.

Kendati demikian, Ciputra Group masih mencari tahu permasalahannya.

Hal ini karena secara struktur, pihaknya telah membangun bore pile dengan kedalaman 15 meter.

“Akan tetapi volume air hujan semalam atau Senin (25/1/2021) tidak kira-kira, ini yang membuat tanah bergeser.”

“Dua unit yang berada di bagian paling ujung klaster pun turun,” tegasnya.

 

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top