Megapolitan

Terancam Banjir Besar, Warga Ciledug Indah II Mau Datangi Rumah Wali Kota Tangerang

Penulis: Maruli. S

Ayonews, Kota Tangerang
Warga Perumahan Ciledug Indah II, Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Karang Tengah, Ciledug, Kota Tangerang, sudah lama memendam kekesalan pada Pemkot Tangerang.

Pasalnya, tiap tahun warga yang tinggal di kawasan ini menderita akibat banjir besar dan meskipun pemerintah setempat dan wakil rakyat di DPRD Kota Tangerang yang peduli untuk mengatasi musibah yang rutin warga.

Ungkapan perasaan ini disampaikan tokoh masyarakat Perumahan Kompleks Ciledug Indah II Haji Syarifudin kepada Ayonews, Sabtu malam (24/1/2020).

“Kami sudah berulangkali bersurat. Beberapa kali para pejabat datang. Tapi nggak ada tindakan sama sekali,” ujar Ketua Forum RW setempat yang juga akrab disapa Haji Caplin ini.

Setiap tahun, kawasan Ciledug Indah sudah menjadi kebutuhan banjir. Setiap kali banjir itu pula, 12 ribu warga di komplek tempat tinggalnya sudah mengungsi ke berbagai tempat.

Menurutnya, banjir yang menggenangi tidak adanya tanggul kiri dan kanan sungai Kali Angke yang melindungi kawasan komplek perumahan tersebut. Akibatnya, pinggiran sungai tak mampu menahan debit udara yang terlalu besar.

Setiap kali turun hujan, pinggiran kali terkikis dan longsor. Sehingga kawasan pemukiman tergenang udara sepanjang 40 – 60 cm, ”paparnya.

Dia Kedekatan Pemerintahan Kota Tangerang untuk segera melakukan perbaikan tanggul kali Angke di Wilayah RW 08 Perumahan Ciledug Indah 2 yang sampai saat ini belum ada perbaikan sama sekali, sejak akhir tahun 2019 lalu.

“Bahkan kami sudah berkoordinasi dengan anggota Komisi IV DPRD Kota Tangerang, Tasril Jamal terkait permasalahan banjir. Tapi tidak ada perhatian,” ujarnya.

Menurutnya, masih banyak pekerjaan besar yang belum tuntas. Masalah masalah drainase atau saluran air / got. Penilaian, Pemkot Tangerang selama ini kerjanya cuma setengah-setengah.

Mirisnya lagi, banyak tiang pancang turap dibiarkan terbengkalai sejak tahun 2015.

“Kalau memang Pemkot niat, seharusnya tiang penyambung turap itu sudah terpasang, sehingga banjir tahunan tak lagi terjadi. Ini kan kesannya mubazir. Anggarannya ke mana?” Tanyanya.

Memang, lanjutnya, pada Selasa (06/10/2020), Wakil Wali Kota Tangerang Syachrudin, bersama Mursiman Kabid PUPR Tangerang Kota, Turidi.S, serta Wakil Ketua DPRD Tangerang Kota dan para Pemangku jabatan sempat datang dan melihat kondisi kali tersebut.

“Tapi tidak ada realisasi. Kalau banjir lagi, demo warga dan warga mau datangi rumah Wali Kota, ”tandas tokoh Pemuda Peduli Lingkungan dan Penasehat Gerakan Anti Narkoba ini.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top