Ibukota

Dulu Warganya Doyan Berantem & Tawuran, Akhirnya Jalanan ini Diberinama Jl Muhammad Ali, Sang Legenda Tinju Dunia

Penulis: Irvan S.

Ayonews, Jakarta

Nama jenis bebatuan permata yang berasal dari alam mewarnai nama jalan di wilayah Kelurahan Galur, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat. Konon, nama bebatuan alam ini diabadikan pada tahun 1970 oleh pemerintah.

Adapun nama jenis bebatuan yang tersebar di wilayah Kelurahan Galur antara lain, Jalan Intan, Topaz dan Biduri Pandan, Pirus dan Jalan Zamrud.

Ketua RT 01/03, Galur, Zulkifli mengatakan, nama-nama jalan yang diambil dari nama bebatuan permata ini sudah ada saat ia masih kecil.

“Nama jalan itu bisa jadi diabadikan pada tahun 1970 an,” ungkap Zulkifli yang saat ini berusia 55 tahun, Kamis (29/10/2020) sore.

Hal senada juga dikatakan, Rudi Suherman, Dewan Kota (Dekot) perwakilan Kecamatan Johar Baru. Ia membenarkan, bahwa nama jenis bebatuan yang terpampang sebagai nama jalan di wilayah Kelurahan Galur sudah ada sejak tahun 1970 silam.

“Nama jalan di sini memang diambil dari nama berbagai jenis batu mulia,” ucap Rudi yang lahir di tanah kelahiran nya ini pada tahun 1968.

Selain nama jenis bebatuan, kata Rudi di Galur juga ada nama Tokoh Nasional lainnya seperti Roeslan Abdulgani dan nama petinju legendaris kelas dunia yakni Mochammad Ali yang diabadikan sebagai nama jalan di wilayah Kelurahan Tanah Tinggi.

“Informasi dari orang tua dulu, karena wilayah itu sering terjadi tawuran, keributan atau berantem. Jadi dinamakan jalan nya, Mochammad Ali, petinju kelas Dunia,” ungkapnya.

Ia berharap, nama jalan-jalan tersebut menjadi cerminan untuk wilayah dalam menjaga kebersihan.

Lurah Galur Ati Kusmiati menambahkan, wilayah Kelurahan Galur terdiri dari 84 RT dan 7 RW dengan jumlah 22.453 jiwa penduduk.

“Karakteristik wilayah Kelurahan Galur, selain padat penduduk. Tapi, warga nya mendukung program Pemerintah,” paparnya.

 

 

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top