Ibukota

Ini Ide Kreatif yang Dilakukan Kepala Sekolah Demi Anak Didiknya Selama Pandemi Covid-19

Penulis: Heru S.

Ayonews, Jakarta
Pandemi Covid-19 belum berakhir. Tak hanya berimbas pada ekonomi masyarakat, tapi juga berbagai segi kehidupan. Salah satunya dunia pendidikan.

Sudah setengah tahun lebih, selama pandemi para siswa-siswi dan guru terpaksa melakukan kegiatan belajar dan mengajar dari rumah.

Namun demikian, kegiatan itu tak menyurutkan kreatifitas para guru untuk berbuat lebih baik lagi untuk dunia pendidikan.

Salah satunya yang dilakukan oleh Pranoto, kepala sekolah SDN Tegal Alur 13 Petang, Kalideres, Jakarta Barat. Pandemi berkepanjangan ini malah memunculkan ide dan kreativitas baru baginya.

“Saya di sini belum genap 2 tahun. Selama Pandemi, justru membuat banyak ide muncul. Salah satunya membenahi ruang perpustakaan,” kata Pranoto di Jakarta, Senin (1/9/2020).

Menurut Pranoto, awalnya tidak ada ruang perpustakaan di sekolah yang dipimpinnya. “Ruang perpustakaan yang tadinya tidak ada sekarang ada. Nanti kalau pandemi sudah berakhir, selain bisa belajar tatap muka, anak didik juga bisa menambah ilmu dengan banyak membaca buku di perpustakaan,” ujarnya.

Selain itu, Pranoto juga sudah menyiapkan berbagai kelengkapan buat para peserta didik ketika mereka sudah masuk sekolah.

“Tetap kita menerapkan protokol kesehatan. Di sekolah ini sudah lengkap seperti masker, pelindung wajah, alat pengecek suhu tubuh, handsanitizer dan wastafel tempat cuci tangan. Ruang UKS pun kita ada dan lengkap,” terangnya.

Soal pembelajaran jarak jauh (PJJ) saat ini, Pranoto mengatakan tetap pada prosedur yang ditetapkan.

“Saya memberikan lembar soal dan lembar soal itu pun kita bagikan 1 minggu sekali untuk anak didik yang tidak mempunyai handphone atau handphone dibawa orang tuanya kerja. Termasuk membagi kan pulsa internet atau paketan bagi anak didik yang benar-benar membutuhkan,” jelasnya.

Selain perpustakaan, Pranoto menambahkan, pihak sekolah juga sudah menyiapkan peralatan belajar mengajar, seperti infokus yang semula hanya dua unit menjadi 8 unit.

“Selama ini infokus jadi salah satu kendala bagi para guru dalam belajar mengajar. Karena itu, kita tambahkan. Termasuk juga menambah komputer supaya guru-guru di sini bisa berkerja dengan maksimal,” ujarnya.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top