Nasional

Kinerja Payah, Ngibulnya Sejuta Janji, Warga Desa Baturangin Tegas Tak Akan Pilih Bupati Darwin Siagian di Pilkada Nanti

Penulis: Maruli Siahaan

Ayonews, Jakarta
Sebuah video beredar di media sosial luapan kekecewaan masyarakat desa di sebuah wilayah Kabupaten Toba, Sumatera Utara dengan pemerintah daerah setempat.

Dari informasi yang dihimpun, persoalan ini diduga lantaran tidak adanya APBD/DAK Kabupaten Toba yang dialokasikan untuk pembangunan jalan warga dari desa Baturangin menuju Parhitean sejak tahun 2014 – 2019.

Warga menilai kinerja pemerintah daerah Toba tidak pro rakyat. “Bupatinya payah. Pas mau Pilkada aja ngelus-ngelus warga dengan sejuta janji. Tapi begitu jadi tak satu pun janji itu direalisasi,” cetus Robby (bukan nama sebenarnya), seorang warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Desa Baturangin Peduli Keadilan Pembangunan, (FORMAD-BPKP).

Menjelang masa akhir jabatannya, Bupati Toba Darwin Siagian yang kabarnya kembali maju di Pilkada, lanjut Robby, bakal ditolak kehadiran di desanya di masa kampanye 2020 nanti.

“Karena di akhir-akhir ini, calon bupati yang bakal maju tentu berkonsentrasi terhadap niatnya ingin kembali menduduki iabatannya 2 priode. Kami kecewa dan tidak mau lagi memilihnya,” tutur Robby.

Seharusnya, lanjut Robby, jika niatnya ada, tentu selama 5 tahun menjabat tidak mungkin lupa dengan janjinya.

“Selama lima tahun jadi bupati, nggak ada yang dikerjakannya di desa kami. Desa kami tetap menjadi desa tertinggal dan membiarkan jalananan setapak di tengah hutan. Selama memimpin Toba, tak ada perubahan apapun,” keluhnya.

Warga lainnya, sebut saja Ronald, menyebutkan kalau kinerja Bupati Darwin Siagian nol besar.

Kondisi jalan dari Baturangin menuju Parhitean yang menjadi penghubung antardesa ke Sigura-gura, tetap saja jalan peninggalan penjajahan Belanda.

“Kondisinya dibiarkan ditutup hutan. Tidak ada pembangunan sama sekali,” tegasnya.

Padahal, sambung Ronald, saat kampanye dulu, janjinya segudang.

“Dulu agar bisa terpilih Bupati berjanji ingin membangun jalan yang membelah hutan. Kenyataannya sudah 4 tahun hingga sekarang kondisi desa Baturangin, terhitung sejak tahun 2014 sudah 5 tahun pembangunannya tetap nol,” pungkasnya.

Saat kampanye 2014 lalu, ungkap Ronald, seratus persen warga memilihnya.

“Warga kami tak akan lagi memilihnya. Pilih calon lain saja yang bisa membuat perubahan lebih baik bagi warga Kabupaten Toba.

“Saran untuk para bakal calon bupati, jika ingin dicintai masyarakat harus punya tim yang solid, untuk merumuskan langkah-langkah yang tepat dan cepat, strategis dan pro rakyat kelak dan janji-janjinya harus terpenuhi,” tuturnya.

Memang, kata Ronald, beberap tahun lalu bupati pernah mengutus Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Toba datang ke Desa Baturangin mau memberikan bea siswa kepada dua siswa sekolah SMP.

“Nyatanya nol juga. Ini sama saja tidak sejalan dengan semangat yang katanya peduli rakyat susah. Kinerja Bupati Darwin tidak beres. Kapok dipimpin dia,” tandasnya.

Saat dikonfirmasi Ayonews, Kepala Dinas pendidikan dan Bupati Kabupaten Toba lewat pesan whatsapp dan SMS tidak dibalas.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top