Ibukota

Kelompok Baru Pungli Paksa di Pasar Loak Poncol Bikin Resah PKL, Wakil Walikota: Emangnya Tuh Pasar Punya Nenek Moyang Lu…

Penulis: Irvan S.

Ayonews, Jakarta
Para Pedagang Kaki Lima (PKL) Pasar Loak Poncol, Bungur, Senen, Jakarta Pusat resah.

Pasalnya, beredar pungutan dana swadaya sebesar Rp. 5.000 ribu perpedagang yang ditarik perhari oleh kelompok baru yang mengaku dari Himpunan Pedagang Pasar Poncol UMKM JP 37 – 38, sehingga memicu kegaduhan para pedagang yang berjumlah kurang lebih sekitar 6.000 PKL. Kelompok ini sudah lima hari menarik dana swadaya pedagang pasar Loak poncol.

“Aduh mas yang nagih sekarang ini main paksa, mana pagi-pagi baru buka. Jadi takut kami pak,” keluh Dwi salah pedagang pasar Poncol, Senin (24/8/2020).

Hal senada juga dikatakan, Uda salah satu pedagang lainnya, pengurus pasar poncol harus bertindak dong.

“Itu kelompok baru kok bisa-bisa nya main serobot aja jadi pengelola pasar. Kayak jaman dulu gayanya seperti premanisme,” tandasnya.

Ditambahkannya, kami para pedagang jadi resah dengan kehadiran kelompok baru itu.

Sementara itu, pihak pengurus pasar poncol Loksem PKL JP nomor: 37 – 38, sudah mengimbau melalui surat edaran agar para PKL tidak memberikan dana swadaya ke kelompok tersebut.

“Dana swadaya yang dipungut dari PKL oleh kelompok baru itu sudah dilaporkan ke Kasudin PPKUKM, Camat Senen dan Polsek Senen, tujuannya supaya dapat ditindaklanjuti dengan cepat. Kami sebagai pengurus berupaya Pasar Poncol keadaannya tetap kondusif bagi para pedagang,” ujar Fakih salah satu pengurus Pasar Poncol.

Hingga saat ini, pengurus Loksem JP 37 – 38 hanya menjadi penonton, meskipun mereka diakui pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat dan Sudin PPKUKM Jakpus sebagai pengelola pasar poncol icon Jakarta Pusat itu.

Menanggapi, Pungli yang beredar di Loksem JP di Jakarta Pusat, Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi akan segera memanggil Asisten Ekbang, Kasudin PPKUKM, Camat Senen terkait tentang Pungli di Loksem PKL Pasar Poncol, Jalan Kalibaru Timur Raya, Bungur, Senen, Jakarta Pusat.

“Seharusnya, para PKL melaporkan Pungli di Loksem itu. Karena sudah tidak ada lagi koordinator PKL karena sudah ditangani langsung oleh Kasatpel,” ucap Irwandi saat dihubungi melalui telepon.

Ia menyayangkan, Dinas PPKUKM DKI Jakarta tidak mau tahu atas kejadian ini menandakan bahwa Kasudin PPKUKM Jakpus tidak mampu mengatasi persoalan yang ada di seluruh Loksem JP seperti melakukan pembiaran. Harusnya pungli di Loksem dilakukan penindakan, jangan sampai dibiarkan.

“Kan saya sudah bilang bahwa, Pemkot Jakpus berencana mengevaluasi seluruh Loksem PKL. Karena kita harus ada keadilan untuk PKL lain. Karena Loksem bukan punya nenek moyang lu PKL seperti turun temurun ke PKL di sana. Banyak PKL yang mau berdagang juga di sana,” tandasnya.

Evaluasi, Loksem PKL JP di Jakarta Pusat antara lain, sambung Irwandi meliputi pengelolaan pasar Loksem apakah masih dibutuhkan, tidak semrawut dan kotor yang mengganggu kenyamanan warga dan lain-lain.

“Kalau pengurus pedagang macem-macem akan kita coret Loksem PKL JP nya karena tidak berpihak kepada PKL. Selanjutnya kita kosongkan, setelah tidak lagi menjadi Loksem,” tegasnya.

Irwandi menegaskan, tidak boleh ada yang bermain di Loksem dengan istilah yang mendahulukan untuk kepentingan kelompok, apalagi pribadi, seharusnya diutamakan untuk kepentingan pedagang.

Di tempat terpisah, Kasudin PPKUKM Jakpus, Richard Bangun Hutagalung saat dikonfirmasi via Handphone tentang soal ini yang bersangkutan tidak menjawab.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top