Nasional

Di HUT RI ke 75, Relawan Ojol Nusantara Beri Kado Istimewa Buat Korban Banjir Bandang Masamba

Penulis: Michael

Luwu Utara, Ayonews
Tim relawan Ojek Online (Ojol) Nusantara berhasil melewati berbagai rintangan untuk misi kemanusiaannya dalam membantu sesama terhadap musibah yang menimpa warga Masamba, Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Misi kemanusian yang diemban ini sudah berjalan selama 1 bulan 5 hari terhitung sejak Selasa (14/7/2020).

Menjelang Hut RI ke-75 Indonesia Maju, selain misi kemanusiaan untuk membantu para korban bencana banjir bandang di Masamba, para relawan mempunyai misi khusus sebagai kado terindah untuk NKRI terhadap para korban bencana banjir bandang .

Kado terindah yang diberikan oleh para relawan untuk Hut NKRI adalah menancapkan sangsaka merah putih di daerah terpencil terdampak bencana yang belum tersentuh oleh para relawan lainnya, tepatnya di Desa Meli.

Nov dan Syawal, relawan yang diberikan tanggungjawab untuk mengemban tugas mulia tersebut pada tanggal 17/8/2020 berhasil melewati rintangan daerah terjal yang sangat sulit untuk diterjang.

Tapi mereka berhasil untuk menjalankan tugas mulia tersebut pada 18/8/2020 sampai menancapkan Sangsaka Merah Putih.

“Ini sebagai lambang bahwa “kita bisa dan kita ada untuk mereka (korban),” kata Nov.

Para relawan juga berhasil mendirikan tenda pengungsian, dapur umum, MKCK dan ruang serbaguna sebanyak 41 unit di atas dan 2 unit dibawah.

Tenda tersebut dibangun oleh relawan sejak Rabu (5/8/2020) hingga rampung pada Sabtu (15/8/2020) dan diserahterimakan kepada para pengungsi bersamaan dengan Hut RI ke-75 (17/8/2020) pukul 10.30 WITA sehingga pada hari Selasa (18/8/2020) pukul 08.00 WITA pengungsi dapat menggunakan tenda yang cukup layak untuk beristirahat.

Garry, Ketum Relawan Nusantara ketika dimintai keterangan menjelaskan bahwa relawan membangun tenda sebanyak 41 unit di tiga dusun (Maipi, Lerro, Mapatuju.

“Tenda-tenda ini agar mereka (pengungsi) dapat beristirahat dengan layak selama masih tanggap darurat ini.” ucapnya.

Yang menarik, tenda-tenda yang dibangun terbilang cukup singkat. Hanya memakan waktu 10 hari semua tenda dalam waktu yang bersamaan telah rampung.

“Hanya saja untuk 2 unit tenda di bawah kami bangun agak besar sekitar 5×20 meter agar kami dapat gunakan sebagai dapur umum dan ruang serbaguna yang bisa dipakai untuk segala kegiatan pengungsi.” ungkapnya.

 

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top