Ibukota

Bangunan Melanggar di Jaksel Makin Menjadi-Jadi, Walikota, Irbanko dan Jajarannya Mau Dilaporin ke Gubernur

Penulis: Anggiat Sitanggang

Ayonews Jakarta
Puluhan unit bangunan rumah tinggal 2 lantai di Jalan Jati Padang RT 008/006, Kelurahan Kebagusan, Kecamatan Pasar Minggu kembali mendapat sorotan. Pasalnya, hingga saat ini tidak ada tindakan yang dilakukan pihak Citata Jaksel terhadap bangunan melanggar tersebut.

Salah seorang pekerja yang diwawancarai Ayonews menyebutkan, bahwa jumlah bangunan tersebut lebih dari 40 unit.

“Hampir 50 unit pak. Tapi tidak semua yang ada izin. Cukup banyak yang tidak mengantongi izin,” tuturnya.

Dikatakannya, pihak pemborong cukup berani membangun tanpa ada izin.

“Kalau saya bilang pemborongnya cukup hebat. Sering orang dari walikota dan kecamatan ke sini, tapi semua ‘beres’,” ujarnya, tanpa merinci bagaimana urusan ‘beres’

Salah seorang staf Satpel Citata Kecamatan Pasar Minggu yang meminta identitasnya dirahasiakan menyampaikan ketidakheranannya terhadap bangunan tersebut.

“Ibarat sepakbola itu polanya sudah ada pak. Kalau nanti banyak yang ributin, polanya diubah. Tapi untuk saat ini masih ditonton dulu,” ungkapnya.

Dirinya meragukan bangunan tersebut dibongkar.

“Saya justru pesimis itu dibongkar, karena sudah “aman”,” terangnya.

Beberapa waktu lalu Irbanko Jaksel, Junjungan yang dimintai komentarnya berjanji akan memeriksa lapangan.

“Akan kita cek,” ungkapnya.

Namun hingga kini Irbanko Jaksel tidak merealisasikan ucapannya alias omdo untuk memeriksa bangunan tersebut.

Sementara itu, salah seorang sumber terpercaya di lingkungan Kecamatan Pasar Minggu mengungkapkan adanya dugaan kongkalikong dalam perizinan bangunan tersebut.

Ketua Umum Gerakan Cinta Entitas Indonesia (Graceindo), Sudirman S yang dimintai komentarnya terkait dugaan pelanggaran perizinan bangunan tersebut mengatakan, bahwa maraknya bangunan melanggar di Jakarta Selatan karena faktor bisnis.

“Bangunan melanggar di Jaksel kian marak faktornya karena bisnis,” ujarnya.

Dikatakannya, pelanggaran bangunan sekarang ini sudah menjadi ladang uang.

“Sederhananya begini. Sebelum berdiri bangunan, IMB sudah harus ada. Dalam banner IMB tercantum peruntukan bangunan. Tapi kenapa puluhan rumah tinggal dengan izin rumah kos hanya dijadikan tontonan?” sebutnya.

Dikatakan Sudirman, pihaknya dalam waktu dekat akan melaporkan pejabat Kota Asministrasi Jaksel terkait keberadaan bangunan itu.

“Kita lagi persiapkan laporan untuk bangunan itu. Kita akan laporkan Walikota Jaksel, Irbanko hingga camat Pasar Minggu,” jelasnya.

Sementara itu, Kasudin Citata Kota Administrasi Jakarta Selatan yang dikonfirmasi terkait keberadaan bangunan tersebut tidak mau menjawab.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top