Ibukota

Tenda Pedagang Ganggu Pejalan Kaki di Jl Pintu Air Raya, Camatnya Lempar-lemparan Tanggungjawab Sama Lurah

Penulis: Irvan S.

Ayonews, Jakarta
Warga Kecamatan Sawah Besar minta aparat Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar tegas dalam menegakan Peraturan Daerah (Perda) nomor: 8 tahun 2007 tentang Ketertiban Umum (Tibum).

Pasalnya, di sekitar kawasan Jalan Pintu Air Raya, Pasar Baru ini semakin menjamur lapak pedagang liar yang bertengger di atas saluran air hingga trotoar luput dari penindakan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

“Tenda lapak pedagang sembako yang menutupi trotoar akses pejalan kaki di kawasan, Jalan Pintu Air Raya, Pasar Baru, harus segera dibongkar karena telah merampas hak pejalan kaki. Jadi aturan harus ditegakan. Jangan sampai ada kesan tebang pilih,” tegas Ali (56) warga Kecamatan Sawah Besar, Minggu sore (05/07/2020).

Hal senada juga dilontarkan pejalan kaki, Pandi (49). Dia juga mengeluh dengan keberadaan tenda terpal yang menutupi lapak pedagang sembako di trotoar tersebut.

“Keberadaan trotoar yang ditutupi dengan tenda di Fasiltas Umum (Fasum) ini, sudah lama bertengger dan dikeluhkan. Tapi aparat kelurahan setempat gak punya nyali untuk menertibkannya,” tandasnya.

Selain itu, lapak pedagang serupa juga menguasai saluran air Jalan Pintu Air II, Pasar Baru. Keberadaan lapak-lapak pedagang ini kenapa dibiarkan padahal tambah menjamur.

“Keberadaan tenda lapak-lapak pedagang semakin bertengger di saluran air kenapa dibiarin petugas aparat kelurahan Pasar Baru. Pada kemana petugas Satpol PP tidur kali,” cetusnya.

Sementara itu, Camat Sawah Besar, Prasetyo Kurniawan saat dikonfirmasi keberadaan tenda terpal pedagang yang menguasai trotoar melalui via telepon seluler malah melempar tanggung jawab untuk ditanyakan langsung ke Lurah Pasar Baru.

“Kasih tau lurahnya tentang keberadaan tenda lapak pedagang tersebut,” singkatnya.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top