Ibukota

Jemuran Pakaian & Hunian Gubuk Liar Dibiarkan, Tokoh: Maklum Aja Gubernurnya Cuma Pinter Menyusun Kata, Tak mampu Menata Kota

Penulis: Irvan S.

Ayonews, Jakarta
Kawasan kolong layang rel kereta api di Jalan Ir. H. Juanda, Kebon Kelapa, Gambir berantakan dan awut-awutan.

Sejak mewabahnya pandemi Covid 19, kawasan ini tidak pernah ditengok dan disentuh aparat pemerintah setempat.

“Sangat miris melihat kondisi kawasan Stasiun Juanda, semrawut dan berantakan . Memprihatinkan sekali banyak jemuran pakaian berjejer di pagar pembatas kolong layang rel kereta api itu,” keluh Jajat (47) warga Kecamatann Gambir, Jumat sore (03/07/2020).

Selain itu, kata dia, sejumlah Fasilitas Umum (Fasum) seperti pedestrian atau trotoar yang berada di kawasan lingkungan ini kondisinya semrawut tidak karuan, kumuh dan kotor lantaran banyaknya gubuk liar dan lapak pedagang serta parkir di bahu jalan.

“Sejak Gubernur Anies Baswedan memimpin, kawasan di sini dibiarkan berantakan, seperti tidak ada Pemerintah. Betah banget melihat kondisi lingkungan di kawasan Stasiun Juanda kumuh,” tandasnya.

Meski begitu, sejumlah pejabat teras di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat mulai dari Asisten Pemerintahan dan Sekretaris Kota Jakarta Pusat saat dimintai tanggapan tentang keberadaan kawasan berantakan ini lebih memilih diam. Padahal pejabat ini sudah mengetahui secara kasat mata soal keberadaan kawasan yang kumuh ini.

Sementara itu, Tokoh masyarakat Jakarta Pusat, Budiman mengaku miris melihat kondisi kawasan Stasiun Juanda tersebut.

“Ini sama saja Pemkot Jakpus tidak mendukung program Kegiatan Strategis Daerah (KSD) Pemprov DKI Jakarta yang telah disusun Gubernur DKI Jakarta yang sekarang,” pungkasnya.

Pemkot Jakpus tidak berupaya untuk mendukung program KSD yang sudah dicanangkan atasannya yaitu Gubernur DKI Jakarta.

“Lihat saja kawasan Stasiun Juanda justru saat ini semakin kumuh tanpa adanya pembenahan maupun penataan di kawasan tersebut. Maklum lah gubenurnya aja cuma pintar menyusun kata, tak mampu menata kota. Ya akhirnya anak buah dan bos kelakuannya sama ,” tandasnya.

Ironisnya lagi, sambung tokoh ini kawasan wisata religi yaitu Masjid Istiqlal dikelilingi gerobak pedagang dan hunian pemulung persisnya di pagar pembatas kolong layang rel kereta api.

“Tengok sekali-kali di area pagar pembatas kolong layang rel kereta api banyak dimanfaatkan pemulung dan pedagang liar untuk menyimpan perabotan dagangannya diletakan di lokasi sehingga menimbulkan kekumuhan. Ini juga karena pengawasan yang tidak mau peduli jajaran dari pihak PT. Kereta Api,” tandasnya.

Menaggapi kawasan berantakan bertahun-tahun ini, Kasatpol PP Provinsi DKI Jakarta Arifin berjanji segera melakukan penindakan.

“Segera kita lakukan penindakan,” singkatnya melalui via telepon seluler.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top