Hukum

Diduga Sarat Rekayasa, Masyarakat Desak KPK Turun TanganUTangan Proyek Pembangunan Waduk Sunter yang Mangkrak

Penulis: Anggiat Sitanggang

Ayonews, Jakarta
Pelaksanaan pembangunan dan Peningkatan Prasarana Waduk Sunter Selatan Sisi Timur, kini menjadi bahan perbincangan di lingkungan Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta.

Pasalnya, hingga saat ini kegiatan tersebut sepertinya tak kunjung selesai dikerjakan.

Data lapangan yang diperoleh Ayonews, lokasi pekerjaan tersebut masih dikelilingi pagar seng. Sehingga mengganggu para pengguna jalan dan menghambat pemandangan.

Ocit, salah seorang pengguna jalan yang setiap hari melintasi areal tersebut merasa sangat terganggu dengan keberadaan seng pembatas proyek tersebut.

“Jalan ini harus dipersempit akibat seng pembatas proyek ini. Kita yang setiap hari melintas dari sini sangat-sangat terganggu,” ujarnya.

Keluhan yang sama juga disampaikan Barnas, pekerja Ojek Online yang kerap kali melintasi jalanan tersebut.

“Ini proyek nggak kelar-kelar, mengganggu jalanan. Bikin macet juga,,” ungkapnya ketus.

Selain molornya pelaksanaan proyek yang dikerjakan PT.Sinar Mardagul tersebut, diduga juga banyak item pekerjaan yang dilaksanakan tidak sesuai spek.

Data yang diperoleh Ayonews pada saat pelaksanaan pemasangan tiang pancang, ditemukan tiang pancang evalasi yang dilakukan seharusnya ditarik kembali, tapi ini langsung ditutup.

Deriksi-kit perusahaan ditinggal begitu saja, pohon-pohon yang ditanam mati tidak terurus.

Selain pelaksanaan pekerjaan yang amburadul, proses tender juga diduga penuh dengan rekayasa.

PT Sinar Mardagul keluar sebagai pemenan lelang dengan posisi penawaran tertinggi, yakni Rp 45.817.111.448,7.

Adapun masa kontrak PT. Sinar Mardagul dalam melaksanakan pekerjaan tersebut berakhir 14 Desember 2019 dan diperpanjang sampai Februari 2020.

Namun yang terjadi, pekerjaan tersebut hingga saat ini tidak selesai juga.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Juaini yang dikonfirmasi terkait pelaksanaan kegiatan tersebut tidak mau komentar.

Sementara itu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Yosi yang dikonfirmasi menyebutkan, bahwa pekerjaan sudah sesuai.

“Pagar seng digunakan untuk menjaga agar taman tidak rusak oleh para pedagang yg setiap malam menggelar dagangan di area waduk dan para pemancing yang memarkirkan motornya di atas taman. Pekerjaan sudah sesuai spesifikasi dalam addendum kontrak,” ungkapnya.

Ditambahkannya, pemancangan dilakukan menggunakan Vibro Hammer yang dipancang sampai tiang pancang sudah tidak bergerak lagi.

“Sementara itu, direksi keet ditaroh di lokasi untuk pekerja memantau waduk agar masa pemeliharaan lebih mudah. Pekerjaan untuk tahun 2019 sudah selesai dilaksanakan sesuai dengan kontrak,” ucapnya.

Ketua LSM Investigasi Fakta Hukum (Invakum), Jenry S yang dimintai komentarnya meminta aparat hukum mengusut pelaksanaan proyek tersebut.

“Itu proyek besar, bukan kacang goreng. KPK harus turun untuk mengusut proyek tersebut hingga tuntas,” ucapnya.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top