Nasional

Lapaknya Diambil Pedagang Baru, Pedagang Eks Lokbin Pasar Abdul Gani Ngamuk  

Penulis: Irvan S.

Ayonews, Jakarta

Pedagang Eks Lokasi Binaan (Lokbin) Pasar Abdul Gani, Jalan Galur Jaya, Jakarta Pusat mencak-mencak beberapa hari lalu saat Lurah Galur, Ati Kusmiati dan Dewan Kota (Dekot) Kecamatan Johar Baru, Rudi Suherman meninjau Lokbin Pasar Abdul Gani beberapa hari lalu.

Salah satu eks pedagang yang tiba-tiba muncul ini terlihat dengan raut wajah kesal dan langsung melampiaskan kemarahan di hadapan pejabat, lantaran hingga saat ini tidak mendapat kios.

“Saya warga sini, Galur, punya kios kenapa saya tidak dapat. Padahal saya bayar terus. Tolong dong diperhatikan,” cetus Ani dengan nada keras dan berteriak.

Ia pun mengaku, bahwa dirinya sudah berdagang di pasar ini dari tahun 2014 lalu.

“Semua surat surat saya komplit dan lengkap dan bayar terus,” tandasnya.

Ia pun berencana dengan puluhan eks pedagang lainnya akan terus menuntut haknya untuk mendapat kios.

“Kenapa pedagang yang ngontrak dapat, tapi saya yang punya data surat lengkap gak dapat. Masa kios yang kosong, pedagang baru bayar pake duit dapat kios. Saya punya datanya,” ungkapnya.

Ditambahkannya, ia sempat menanyakan kepada Lusden Manurung, pengelola Lokbin Pasar Abdul Gani tentang kios.

“Lusden menjawab dengan enteng ini kios harta warisan dan keturunan,” ujarnya sambil menirukan ucapannya.

Sementara, adu mulut dan cekcok pun terjadi hingga menjadi tontonan para pengguna jalan yang melewati Lokbin Pasar Abdul Gani, Jalan Galur Jaya.

Hal senada juga dikeluhkan, eks pedagang lainnya. Ia mengaku kecewa berat lantaran, sejak Lokbin Pasar Abdul Gani dipegang Lusden Manurung kacau balau.

“Data pedagang lama ditolak sama Sudin dan Dinas PPKUKM akhirnya tidak mendapat kios. Malah kebanyakan pedagang yang menempati kios baru ini padagang baru semua,” ungkapnya, Kamis (25/06/2020).

Begitu juga MCK di dalam area Lokbin saat ini dikuasai pengelola Lokbin. Padahal, sebelumnya MCK tersebut dibangun oleh salah satu yang ngurusin MCK dan sudah habis dana banyak untuk membangun MCK itu.

“Coba bayangin nggak kios nggak MCK seluruhnya direbut,” ujarnya.

Rencananya, kata dia, eks pedagang yang berjumlah puluhan ini akan terus menuntut hak nya meskipun melewati jalur hukum.

Sebelumnya, Kepala Suku Dinas (Sudin) PPKUKM Jakarta Pusat, Bangun Richard Hutagalung berjanji untuk pedagang yang belum mendapat kios tapi memiliki kartu auto debet Bank DKI, namun belum dapat kios, nanti akan diprioritaskan.

Meski begitu, pihaknya akan mengecek surat kepemilikan kios tersebut karena tanah maupun kios tersebut merupakan aset Pemda.

“Perlu dipertanyakan surat kepemilikan kios tersebut siapa yang mengeluarkan dan yang menandatangani,” tandasnya.

Dia menambahkan, saat ini relokasi penempatan pedagang ke dalam kios dilakukan secara bertahap.

“Total keseluruhan ada 420 pedagang yang akan ditampung ke dalam Lokbin tersebut. Nantinya pedagang hanya membayar retribusi Rp. 3.000 perhari melalui auto debet Bank DKI,” jelasnya.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top