Ibukota

Satpel CKTRP Pura-pura Nggak Tau, Segel Bangunan Melanggar Hanya Jadi Pajangan

Penulis: Anggiat Sitanggang

Ayonews, Jakarta
Satu unit bangunan di Jl Raya Pejaten No 50, persis samping TB Sentral Bangunan diduga akan dijadikan gudang material. Bangunan tersebut sejatinya hanya memiliki izin rumah tinggal.

Atas pelanggaran bangunan itu, Satuan Pelaksana (Satpel) Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP) Kecamatan Pasar Minggu melakukan penyegelan terhadap bangunan tersebut karena melanggar Perda No 1 tahun 2014, Perda No 7 tahun 2010 dan Pergub No 128 tahun 2012.

Yang disayangkan, segel tersebut hanya pajangan untuk mengelabui masyarakat. Terbukti, pelaksanaan pembangunan gedung tersebut tetap berjalan.

Camat Kecamatan Pasar Minggu, Arif Wibowo yang dikonfirmasi Ayonews, Selasa (23/6) mengatakan akan melakukan koordinasi terlebih dahulu.

“Saya akan kordinasi dulu dengan pihak citata atau satpol,” ujarnya.

Sementara itu, Kasudin Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP) Kota Administrasi Jakarta Selatan, Syukria yang dikonfirmasi tidak berkenan menjawab.

Ketua Umum Gerakan Cinta Entitas Indonesia (Graseindo), Sudirman S kepada Ayonews mengemukakan, bahwa segel seringkali dijadikan sebagai mainan.

“Bukan hal baru jika segel dijadikan hanya mainan, hanya untuk mengelabui masyarakat dan pemerhati,” ujarnya.

Dikatakannya, segel itu sesungguhnya sanksi terhadap pelanggaran yang dilakukan selama proses pembangunan dan ada aturannya.

“Jangan sekali-kali menjadikan segel bangunan itu hanya sebagai pajangan,” ungkapnya.

Ditambahkannya, selama proses penyegelan, posisi bangunan tersebut dalam kondisi status quo.

“Tidak dibenarkan ada pekerjaan setelah dilakukan penyegelan, dan itu pelanggaran,” terangnya.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top