Ibukota

Ijin Rumah Tinggal Dibuat Kos-kosan, Walikota Jakut Mau Cek, Bawahannya Diam Saja

Penulis: Anggiat Sitanggang

Ayonews Jakarta
Pelanggaran perizinan bangunan kembali marak di wilayah Jakarta Utara.

Setelah beberapa waktu lalu ditemukan bangunan gudang yang diduga tidak ada izin di Jalan Cacing, Kelurahan Semper Timur, kini kembali ditemukan bangunan yang disinyalir akan dijadikan kos-kosan di Jalan Sunter Indah Raya N J-1 No 10, Sunter Jaya, Kecamatan Tanjung Priuk, Kota Administrasi Jakarta Utara.

Data dan informasi yang diperoleh Ayonews, izin bangunan tersebut adalah rumah tinggal.

“Yang saya tau, izin bangunan tersebut adalah rumah tinggal. Tapi bapak lihat aja sendiri bangunan itu seperti apa. Itu mau dibuat kos-kosan pak,” kata salah seorang warga sekitar yang enggan menyebutkan identitasnya ketika diwawancarai.

Dikatakannya, ditempat dirinya tinggal adalah hal biasa melihat dan menyaksikan bangunan melanggar. “Di sini itu bangunan melanggar sudah barang lumrah pak,” sebutnya.

Sementara itu, Walikota Jakarta Utara, Sigit yang dikonfirmasi menyebutkan akan melakukan pengecekan.

“Terima kasih informasinya. Kita akan cek,” jawabnya singkat.

Berbeda dengan Walikota Jakut, Kasudin Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP) Jakut, Kusnadi memilih bungkam.

Begitu juga dengan Kasatpel CKTRP Kecamatan Tanjung Priuk, ogah bersuara saat disinggung adanya pelanggaran.

Ketua Umum LSM Investigasi Fakta Hukum (Infakum), Jenry S yang dimintai komentarnya, Selasa (23/6) mengungkapkan, bangunan melanggar di Jakut sudah bahagian dari tradisi.

“Bangunan melanggar di Jakut sudah seperti tradisi,” ujarnya.

Dikatakannya, semakin menjamurnya bangunan melanggar di Jakut akibat kurangnya pengawasan Sudin CKTRP Jakut.

“Jika pengawasannya dilakukan dengan baik dan benar, logikanya bangunan melanggar pasti berkurang,” katanya.

Seharusnya, ungkap Jenry, Kadis CKTRP, Heru tidak menjalankan gaya dan pola-pola lama yang sudah usang.

“Heru selaku Kadis CKTRP memiliki tanggung jawab atas kinerja anak buahnya. Jika tidak becus bekerja, lengserkan,” paparnya.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top