Hukum

Bangunan Melanggar Menjamur di Jagakarsa, LSM: Ada Dugaan KKN Terstruktur dari Pegawai di Bawah – Walikota  

Penulis: Anggiat Sitanggang

Ayonews Jakarta

Peningkatan jumlah bangunan melanggar di wilayah Kota Administrasi Jakarta Selatan, khususnya di Kecamatan Jagakarsa, sepertinya telah terstruktur dan tertata dengan baik, sehingga sulit untuk ditertibkan.

Terbukti, walau hampir semua pejabat Kota Administrasi Jaksel mulai dari walikota hingga pejabat terendah, yang memiliki keterkaitan langsung atau tidak mengetahui keberadaan bangunan-bangunan melanggar tersebut, namun tak satupun yang dilakukan penindakan terhadap pelanggaran yang ada.

Seperti contoh, bangunan melanggar di Jalan Batu. Satu unit bangunan rumah tinggal tersebut dibangun tanpa memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sama sekali.

Informasi yang diperoleh Ayonews, untuk menghindari adanya tindakan pembongkaran, pemilik bangunan sudah mengeluarkan ‘amunisi’ yang cukup banyak untuk ‘mengamankan’ pihak-pihak terkait. Terbukti, hingga bangunan sudah selesai tidak ada tindakan sama sekali.

Selain bangunan melanggar di Jalan Batu, juga terdapat bangunan yang menjulang tinggi di Jalan Kahfi I. Bangunan yang diduga akan dijadikan kos-kosan ini dibangun setinggi lima lantai.

Hebatnya, bangunan tersebut didirikan pada zonasi R9 (zonasi pemukiman), yang mana batas ketinggian untuk zonasi tersebut hanya tiga lantai.

Juga terdapat bangunan rumah tinggal dua lapis di Jalan Perikanan, Setu Babakan. Data yang diperoleh Ayonews, izin bangunan tersebut hanya ada satu akibat sertifikat tanahnya belum dipecah.

Anehnya, di lapangan ditemukan tiga papan IMB yang ditempel pada tiap unit bangunan untuk menunjukkan seakan-akan izinnya ada tiga. Diduga pemilik sengaja membuat IMB ‘aspal’ untuk mengelabui masyarakat.

Kasatpel Pol PP Kecamatan Jagakarsa, H Yahya yang dikonfirmasi terkait bangunan melanggar di Jalan Batu menyebutkan, pihaknya menunggu rekomtek dari Citata.

“Kita tunggu rekomtek dari pihak Citata, langsung ditindaklanjuti. Rekomtek bongkar paksa,” ujarnya.

Kasatpel Citata Jagakarsa, Budiono yang dikonfirmasi masih berkutat pada sikap cueknya.

Informasi yang diperoleh dari pihak Pol PP Kecamatan Jagakarsa, bahwa bangunan Jalan Batu dan Kahfi I sudah direkomtek, tapi rekomtek abal-abal.

“Yang saya tau sudah Rekomtek, tapi abal-abal. Masa rekomtek tidak ada segel. Ini semua permainan mas,”ucapnya seraya minta identitasnya dirahasikan.

Ketua Umum LSM Gerakan Cinta Entitas Indonesia (Graceindo), Sudirman S, menyebutkan ada permainan dalam tumbuh suburnya bangunan melanggar di Jagakarsa.

“Sebenarnya sederhana sekali kok. Mendirikan bangunan di DKI harus ada izin. Untuk mengawasi terjadi pelanggaran, Pemprov DKI menugaskan Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP), untuk membongkar ditugaskan Pol PP. Jika ada diketahui banyunan melanggar namun tidak ditindak dan dibiarkan, ada apa?” tukasnya.

Dikatakan, bangunan-bangunan melanggar tersebut sudah puluhan kali diberitahukan kepada pihak-pihak terkait, namun hingga kini tetap berjalan.

“Kasatpel Citata tau, Satpol PP tau, camat tau, Kasudin Citata Jaksel tau, Kasatpol PP tau, Irbanko tau, hingga Walikota juga tau. Fakta lapangan apa? Hingga kini bangun terus. Apa kalau tidak ada permainan di sana,” ucapnya.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top