Ibukota

Cari Pedagang Sayuran di Jagakarsa Susah, Cari Bangunan Melanggar IMB Banyak

Penulis: Anggiat Sitanggang

Ayonews Jakarta
Izin Mendirikan Bangunan (IMB) merupakan salah satu syarat wajib yang harus dikantongi seseorang saat akan membangun rumah atau gedung.

Kedua hal ini diatur dalam Pasal 7 ayat 1 dan 2 UU No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung (UUBG).

Dalam Pasal 40 ayat [2] huruf b UUBG juga kembali ditekankan bahwa, “Memiliki IMB merupakan kewajiban dari pemilik bangunan gedung”.

Hal ini pun diperkuat dengan terdapatnya aturan mengenai kepemilikannya pada PP No. 36 Tahun 2005 tentang Peraturan Pelaksanaan UU Np. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung (PP 36/2005).

Disebutkan dalam Pasal 14 Ayat 1 dan 2 PP 36/2005 bahwa,”Setiap orang yang ingin mendirikan bangunan gedung harus memiliki Izin Mendirikan Bangunan yang diberikan oleh pemerintah daerah (Pemda) melalui proses permohonan izin”.

Sementara itu dalam pasal selanjutnya yaitu 15 ayat [1] PP 36/2005), dikatakan bahwa permohonan IMB harus dilengkapi dengan kelengkapan berikut ini:

Namun, dari semua aturan-aturan tersebut sepertinya tidak berlaku, khusus di Kecamatan Jagakarsa.

Di wilayah ini, orang membangun tanpa IMB atau membangun tidak sesuai IMB bebas-sebebas-bebasnya.

Terbukti, hasil investigasi lapangan yg dilakukan Ayonews, ditemukan cukup banyak bangunan melanggar tanpa memiliki IMB, dan melanggar IMB, antara lain, satu unit rumah tinggal di Jalan Batu (tidak ada IMB), sekitar 14 unit rumah tinggal di Jl Kecapi III dimana sebahagian di antaranya tdk ada izin.

Selain itu, jg ada bangunan 5 lapis berdiri pada zonasi R9 (pemukiman) yang mana di lokasi tersebut tidak diperbolehkan membangun lebih 3 lapis.

Ketua Umum LSM Gerakan Cinta Indonesia (Graceindo), Sudirman yang dimintai komentarnya menyebutkan, bahwa pelanggaran tata ruang di Kecamatan Jagakarsa sudah krodit.

“Ibarat penyakit, sudah stadium empat, sudah krodit. Di kecamatan ini sepertinya ada perlakuan dan aturan khusus, yakni membangun tanpa izin atau melanggar izin membangun diperbilehkan,” ujarnya.

Hampir setiap sudut wilayah Kecamatan Jagakarsa, katanta ditemukan bangunan melanggar.

“Lebih susah mencari pedagang sayuran disitu dari pada mencari bangunan melanggar,” tukasnya.

Pihaknya meminta ketegasan gubernur dalam menata tata ruang di DKI Jakarta.

“Dalam hal penataan ruang, khususnya pelanggaran bangunan di wilayah Jaksel, khususnya di Kecamatan Jagakarsa, Gubernur Anis segera turun tangan dan bertindak,” imbuhnya.

Kepala Dinas Citata DKI, Heru yang dikonfirmasi terkait maraknya bangunan melanggar di Kecamatan Kagakarsa berjanji akan menindaklanjutinya. “Akan segera ditindaklanjuti,” katanya.

Sementara itu, Kasudin Citata Jaksel maupun Kasatpel Citata Kecamatan Jagakarsa kompak cuek.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top