Ibukota

Trotoar di Jakpus Banyak yang Rusak & Dekil, Eh, Bina Marga Malah Nyalahin Corona  

Penulis: Irvan S.

Ayonews, Jakarta

Miris melihat Fasilitas Umum (Fasum) seperti pedestrian atau trotoar di wilayah Jakarta Pusat. Kebanyakan, kondisinya dekil, kotor dan berminyak. Trotoar yang sejatinya diperuntukan untuk pejalan kaki, kini berubah fungsi sebagai lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) maupun parkir liar.

Tak karuan, trotoar terlihat menjijikan dan tidak elok dipandang mata. Seperti di Jalan Garuda Raya, Kemayoran, Percetakan Negara II Johar Baru, Percetakan Negara Raya Cempaka Putih, Jalan Karang Anyar Raya Sawah Besar, Suryopranoto Gambir dan Jalan KH. Mas Mansyur Tanah Abang.

Tokoh masyarakat Jakarta Pusat, Budiman menyatakan, keberadaan trotoar dibangun agar terlihat rapi, bersih, indah dipandang mata serta nyaman bagi pejalan kaki.

Sayangnya, kenyataan itu hanyalah isapan jempol saja. Karena di beberapa DKI Jakarta masih ditemukan kondisi trotoar dekil dan kotor, akibat ulah dari PKL yang menguasainya.

“Sudah saatnya Gubernur Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat dalam rangka menjaga kelestarian trotoar yang sudah di bangun dari Anggaran Pendapatan & Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta. Sehingga, tidak membiarkan PKL mengotori trotoar kembali,” paparnya.

Budiman mrminta kepada Dinas Bina Marga (BM) Provinsi DKI Jakarta sebagai eksekutor pembangunan trotoar, sebaiknya berkoordinasi dengan Satpol PP dalam menjaga dan memelihara trotoar agar sesuai dengan fungsinya sebagai area pejalan kaki.

“Karena memelihara lebih sulit daripada membangun, untuk itu pemeliharaan harus menjadi fokus konsentrasi Pemerintah dan masyarakat dalam menjaga serta memelihara Fasum yang sudah dipercantik itu,” bebernya.

Kepala Dinas BM Provinsi DKI Jakarta, Hari Nugroho ketika dimintai tanggapan terkait dengan hal tersebut menerangkan, upaya Dinas BM DKI Jakarta akan secepatnya membersihkan trotoar tersebut.

Menurut dia, tahun ini sebenarnya Dinas BM DKI sudah menganggarkan Scruber mobil untuk membersihkan trotoar.

“Karena adanya wabah pendemi Covid 19 anggaran sementara dipending,” katanya ngeles.

Hari berjanji, pembersihan nanti secara manual dikerjakan. Langkah selanjutnya agar PKL tidak kembali ke trotoar.

“Kami akan koordinasi dengan Satpol PP dan Walikota,” ujarnya melalui pesan singkat Whats App (WA), Selasa (09/06/2020).

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top