Ibukota

Selama Pandemi Covid 19 Banyak Proyek Pendirian Bangunan di Kemayoran Menyalahi IMB, Pas Ditanya Petugas CKTRP Belagak Bego

Penulis: Irvan S.

Ayonews, Jakarta
Banyaknya proyek pendirian bangunan melanggar Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di wilayah Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, menuai kritikan dari masyarakat.

Kritikan kali ini, lantaran pengerjaan pembangunan dikebut para kuli bangunan melanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Mereka bekerja tanpa memakai masker di saat mewabahnya pandemi Covid 19.

“Pertanyaan kami apakah pembangunan di wilayah Kecamatan Kemayoran sudah sesuai IMB. Karena banyak pembangunan di lokasi mengerjakan nya dikebut, meskipun melanggar Garis Sepadan Bangunan (GSB) dan Garis Sepadan Jalan (GSJ),” tegas Andre warga Kecamatan Kemayoran, Sabtu (06/06/2020).

Meski disentil berulang kali terkait dengan kinerja petugas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP) soal pembangunan melanggar IMB terkait dengan kinerja CKTRP yang semakin hari semakin kedodoran alias loyo dalam menindak bangunan-bangunan melanggar IMB.

Lucunya lagi, Kasektor CKTRP Kecamatan Kemayoran ini saat dicecar pertanyaan tentang maraknya pembangunan melanggar di wilayah kerjanya malah mengeluarkan jurus menangkis pertanyaan wartawan. Dia terkesan seperti orang belagak bego.

Pantauan di lokasi pembangunan dan sumber di lapangan ditemukan berbagai pelanggaran IMB antara lain seperti pembangunan kontruksi baja Car Wash, Jalan Garuda Raya Kemayoran, kemudian pembangunan Jalan Bangau V, Gunung Sahari Selatan (GSS) dan Jalan Cempaka Wangi IV, Harapan Mulia serta Pembangunan, Jalan Lapangan Pors, Serdang.

Sebelumnya, Kasektor Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP) Kecamatan Kemayoran Reza saat dikonfirmasi melalui via telepon memastikan bahwa selama pandemi Covid 19 tidak ada aktivitas pengerjaan pembangunan di lapangan.

Namun, saat ditelusuri beberapa lokasi pembangunan di wilayah kerjanya banyak para kuli bangunan tanpa memakai masker sedang mempercepat alias ngebut pengerjaan pembangunan.

“Selama pandemi Covid 19, pengerjaan pembangunan dipastikan tidak ada yang beraktivitas melakukan pembangunan. Termasuk kontruksi baja untuk bengkel, Jalan Garuda Raya sudah kami tindak,” ujar Reza menangkis pertanyaan Wartawan melalui Via telepon.

Pihaknya, kata Reza seluruh pembangunan yang melanggar sudah dilakukan tindakan mulai dari Surat Peringatan (SP) hingga segel.

“Kalau pun ditemukan di lapangan ada kegiatan pengerjaan pembangunan, segera kami tindak, walaupun saat ini petugas CKTRP bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH),” paparnya.

Di tempat terpisah, Kasudin CKTRP Jakarta Pusat, Zulkifli Arbi saat dikonfirmasi melalui via telepon seluler. Handphone yang bersangkutan tidak bisa dihubungi alias tulalit.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top