Ibukota

Jaman Gubernur Ahok Kawasan Jalan Gunung Sahari 7A Timur Rapih Jali, Era Anies Acak Kadut, Bau & Kotor

Penulis: Irvan S.a

Ayonews, Jakarta
Sejak adanya wabah pandemi Covid 19. Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat kinerjanya menurun. Sampai Fasilitas Umum (Fasum) pun terbengkalai banyak yang rusak dan berantakan.

Seperti saluran air persis di Jalan Gunung Sahari 7A Timur, Gunung Sahari Utara (GSU), Sawah Besar. Saluran air ini tersumbat dengan sampah pohon maupun sampah Rumah Tangga (Rumtang) seperti botol aqua dan lain-lain.

Pantauan di lapangan, keberadaan kawasan jalan ini mengalami kesemrawutan lantaran menjamur nya puluhan bangunan liar (Bangli) yang berdiri di lahan jalur hijau persisnya menempel di tembok pembatas Rel Kereta Api (KAI).

Ditambah lagi, barang rongsokan yang dibungkus dengan plastik dan karung menimbulkan jentik-jentik nyamuk.

Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Sumber Daya Air (SDA) Kecamatan Sawah Besar, Nanang Gusnadi ketika dikonfirmasi saluran air di maksud mengaku, belum lama ini pada bulan Februari 2020 lalu saluran air di sisi kanan dan kiri sudah dilakukan pengurasan.

“Lumpur nya sudah kita kuras mulai dari sisi kiri dan kanan,” ucap Nanang melalui via telepon, Jumat (05/06/2020).

Ditambahkan Nanang, seharusnya sampah yang ada di Saluran saat ini dapat dibersihkan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan GSU.

“Sampah yang ada di saluran air saat ini di infokan saja ke Lurah atau Sekel, biar nanti petugas PPSU yang programkan pembersihan sampahnya” tandasnya.

Ditempat terpisah, Lurah Gunung Sahari Utara, dan Camat Sawah Besar saat dihubungi via telepon terkait tentang penataan kawasan tersebut tidak menjawab.

Sekedar diketahui, kawasan Jalan Gunung Sahari 7A Timur, GSU, Sawah Besar, Jakarta Pusat ini, semula tertata rapih jali di era Gubernur Provinsi DKI Jakarta sebelumnya. Tapi saat ini semrawut, kumuh dan berantakan.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top