Ibukota

Bangunan Melanggar Terus Meningkat di Masa PSBB, Gubernurnya Kebanyakan Teori, Walikota Jakselnya Cemen

Penulis: Anggiat Sitanggang

Jakarta, Ayonews
Memanfaatkan masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), proses pelaksanaan pembangunan di Kecamatan Jagakarsa, terus meningkat. Seperti terkait camat, Satpol PP maupun Satpel Citata Kecamatan Jagakarsa hanya menjadi penonton.

Padahal, sejak bulan Maret lalu, seluruh aktivitas di luar rumah tidak diperbolehkan, terkecuali beberapa kegiatan. ASN pun sebagian besar menjalankan Work From Home (WFH).

Fakta di lapangan, hampir semua proses pekerjaan bangunan melanggar di Kecamatan Jagakarsa bekerja di masa pelarangan beraktivitas tersebut.

Luar biasanya, situasi tersebut juga diketahui oleh Camat Jagakarsa, Alamsyah Kasatpel Pol PP, H. Yahya, Kasatpel Citata, Budiono, Irbanko, Junjungan maupun Wakil Walikota Jaksel, Isnawa Adji, yang merupakaan Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Kota Administrasi Jaksel.

Ironisnya, hingga saat ini, pembangunan bangunan melanggar tersebut terus berlangsung.

Irbanko Jaksel selaku pengawas internal yang dikonfirmasi terkait maraknya bangunan melanggar di Kecamatan Jagakarsa lebih memilih diam, bahkan cenderung tidak mau tau.

Hal yang sama juga diperlihatkan Kasatpel Citata Jagakarsa yang bertugas sebagai pengawas bangunan juga lebih memilih cuek.

Ketua Umum Gerakan Cinta Entitas Indonesia (Graceindo), Sudirman S. mengatakan, maraknya bangunan melanggar di Kecamatan Jagakarsa adalah bukti aparat terkait di Jaksel tidak mampu bekerja.

“Banyaknya bangunan melanggar di Jagakarsa adalah bukti Kasudin Citata Jaksel beserta jajarannya tidak mampu bekerja sesuai dengan harapan,” ujarnya.

Tak hanya Kasudin Citata, ketidakmampuan bekerja juga diperlihatkan Kasatpol PP dan Irbanko Jaksel.

“Tidak hanya citata. Oknum Satpol PP Kecamatan Jagakarsa banyak bermain di lapangan dengan para pengembang. Itu bukan rahasia lagi,” ungkapnya.

Begitu juga dengan Irbanko Jaksel yang terlalu cuek dengan laporan dan informasi dari masyarakat.

“Irbanko tidak bekerja maksimal. Kita ada laporin 10 bangunan melanggar, paling satu yang ditindaklanjuti, sisanya dipelototin doang,” tuturnya.

Dikatakan Sudirman, Gubernur Anis sebaiknya jangan terlalu banyak beretorika. “Buktikan, beranikah menindak anak buahnya yang tidak patuh atasan dan tidak bisa bekerja dengan baik?” tukasnya.

Hasil investigasi lapangan Ayonews ditemukan banyak sekali bangunan melanggar di Jagakarsa, yang hingga hari ini terus bekerja dan tidak menerapkan protokol kesehatan.

Seperti contoh, puluhan unit bangunan rumah tinggal di Jl Kecapi III. Menurut salah seorang di lokasi pekerjaan tersebut, izin bangunan hanya ada sebahagian.

“Tidak semua bisa keluar karena berada di pinggir kali,” cetusnya.

Selain itu, Ayonews juga menemukan beberapa unit bangunan di Jl Haji Montong. Salah seorang pekerja di lokasi mengumumkan, tidak ada izin bangunan tersebut ada.

“Ada beberapa yang tidak bisa keluar izin, khusus yang pinggir jalan. Izin tidak bisa keluar karena rencana jalan,” katanya sambil meminta identitasnya dirahasiakan.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top