Ibukota

Walikota Jakpus Loyo Hadapi Belasan PKL Bebas Berjualan di Atas Saluran Air

Penulis: Irvan S.

Ayonews, Jakarta

Belasan Pedagang Kaki Lima (PKL) bertengger kuasai saluran air sepanjang pertigaan, Jalan Galur Jaya, persis di pagar pembatas Lokasi Binaan (Lokbin) Pasar Abdul Gani atau pasar Gembrong, Jakarta Pusat.

Tak pelak, saluran air tersebut tersumbat alias mampet. Ironisnya, meski keberadaan jalan ini berantakan, kotor dan kumuh malah dibiarkan pemerintah setempat.

Selain itu, pengguna jalan yang wara-wiri di kawasan ini juga tutup hidung lantaran Lahan Pembuangan Sampah (LPS) Jalan Kampung Rawa Selatan II ini menebar aroma sampah yang menyengat.

“Kalau melewati jalan di sini kotor dan kumuh. Sudah gitu jalannya menyempit karena banyak becak. Menjijikan dan jorok sekali ditambah bau sampah di LPS itu,” keluh Saino salah satu pengguna jalan sambil menutup hidung, Minggu sore (31/05/2020).

Kasatpel SDA Kecamatan Johar Baru, Rudi Prasetya mengatakan, saluran air di Jalan tersebut lebarnya 60 cm. Saat ini alirannya terhambat karena di bawah saluran itu masuk ke LPS yang mengarah ke saluran Penghubung (PHB) Kwista.

“Sejak pembangunan Lokbin salurannya belum dikuras, karena material pembangunan belum dibersihkan,” paparnya.

Ia menerangkan, jika pedagang sudah masuk Lokbin saluran air di sana bisa dilakukan pengurasan.

“Masalahnya agak kompleks karena di lokasi saluran air itu berhubungan dengan LPS yang tidak pernah libur. Mungkin momennya nanti dibarengi dengan penataan pedagang. Dan penataan saluran dibuat terbuka supaya tidak dipakai pedagang,” jelasnya melalui via telepon.

Sementara itu, tokoh masyarakat, Budi mengaku heran jika bicara soal pedagang kenapa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta seperti alergi dan ogah-ogahan untuk menertibkan dan selalu beralasan klasik kasihan cari nafkah, apa benar itu satu-satu nya alasan yang tepat.

“Saluran tersebut dibuat agar selanjut nya di pelihara. Sehingga fungsi aliran air menjadi lancar. Agar kondisi saluran tidak mampet, tidak menghalangi aliran air. Jika penegakkan Perda kepada pedagang, maka dijamin hujan sebentar saja akan mengakibatkan banjir,” tandasnya.

Tokoh ini juga menegaskan, Gubernur Provinsi DKI Jakarta saat ini harus bersikap tegas dalam pengawasan kinerja para bawahannya.

“Kalau kerjanya loyo copot saja Walikota, Camat, Lurah dan Satpol PP karena tidak mampu mengatasi wilayah yang berantakan dan awut-awutan itu. Tapi saya pesimis gubernur bisa bersikap tegas pada bawahannya. Sama-sama loyo,” keluhnya.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top