Ibukota

Bangunan Melanggar di Jagakarsa Menumpuk, Sekretaris Komisi D: Bongkar!  

Penulis: Anggiat Sitanggang

 Ayonews Jakarta

Investigasi lapangan yang dilakukan Ayonews, Sabtu (30/5) di Kecamatan Jagakarsa menuai hasil menakjubkan. Hanya dalam kurun waktu tidak lebih dari 2 jam, ditemukan tidak kurang dari 30 bangunan dengan berbagai macam pelanggaran.

Temuan tersebut sedikit mencengangkan. Walau tidak spektakuler, tapi temuan ini membuat miris lemahnya pengawasan pemerintah di tengah pandemi Corona -19 ini.

Dalam investigasi tersebut Ayonews menemukan sekitar 7 unit bangunan rumah tinggal di Jl H Montong. Dari ketujuh bangunan tersebut, sebagian di antaranya tidak ada IMB.

Selain itu, ditemui juga 3 unit bangunan 2 lapis di Jl Perikanan, Setu Babakan. Diduga, , bangunan tersebut hanya memiliki 1 izin saja lantaran sertifikat belum dipecah. Tapi di lapangan dibuat 3 IMB untuk mengelabui petugas dan masyarakat. Dengan kata lain ada 2 IMB yang diduga bodong.

Ada juga bangunan besar 5 lantai yang diduga untuk kos-kosan di Jl Kahfi I (depan Pom Bensin Timbul) yang dibangun di zonasi R9 (hunian) yang mana hanya diperbolehkan 3 lantai.

Ada lagi 1 unit bangunan rumah tinggal di Jl Batu yang dibangun tanpa ada IMB sama sekali.

Selain itu juga ada bangunan gudang di Jl Kakas yang diduga tidak ada izin. Akibat pelanggaran tersebut, Citata Jagakarsa telah melakukan tindakan penyegelan. Sayangnya, segel sudah dicopot oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

Ditemukan juga bangunan rumah tinggal di Jl Yaperjasa yang diduga tidak ada ijin. IMB yang tempel dibangunan diduga palsu. Pasalnya sertifikat tanahnya belum dipecah. Lainnya puluhan bangunan rumah tinggal di Jalan Warung Sila, dimana sebagian tidak memiliki izin.

Menanggapi maraknya bangunan melanggar di Kecamatan Jagakarsa, Sekretaris Komisi D DPRD DKI, Syarif mengungkapkan aturan harus ditegakkan.

“Segera ambil tindakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tegakkan aturan. Kalau perlu bongkar!” tegasnya.

Ketika disinggung mengenai temuan bangunan-bangunan melanggar tersebut telah disampaikan kepada pihak Citata dari tingkat kecamatan hingga tingkat dinas, Syarif mengemukakan harus terus diingatkan.

“Harus diingatkan terus agar warga juga patuh aturan dan edukasi. Pemerintah juga harus menindak sesuai prosedur jika terbukti ada pelanggaran,” katanya.

Sementara itu, Wakil Walikota Jakarta Selatan yang dikonfirmasi mengatakan akan meneruskan ke Kasatpol PP dan Kasudin Citata.

“Siap monitor. Langsung saya forward ke Kasatpol PP dan Citata,” ujarnya.

Tidak seperti atasannya, Wakil Walikota Jaksel yang legowo menjawab konfirmasi Ayonews, Kasudin Citata Jaksel, Widodo maupun Kasatpol PP Jaksel, Ujang justru memilih bungkam ketika dikonfirmasi.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top