Ibukota

Gubernurnya Cuma Pinter Ngoceh Tak Mampu Bekerja, Sampe-sampe Kawasan Wisata Religi Istiqlal Dibiarin Kumuh & Semrawut

Penulis: Irvan S.

Ayonews, Jakarta
Bertahun – tahun kawasan area taman kolong layang stasiun Juanda, Gambir, Jakarta Pusat jadi tempat tinggal pemulung hingga memicu kerumunan.

Tak karuan, Ruang Terbuka Hijau (RTH) berupa taman penghijauan di area ini juga berantakan hingga keberadaannya awut-awutan dan kumuh akibat dari puluhan lapak gerobak pedagang teronggok di bahu jalan persisnya terletak di samping Wisata Religi Masjid Istiqlal.

Selain itu, sejumlah Fasilitas Umum (Fasum) mulai dari saluran air tertutup sampah dan lumpur yang mengendap menjadi tanah alias mampet serta pagar pembatas taman juga jadi tempat jemuran pakaian pemulung.

Tokoh masyarakat Jakarta Pusat, Budi mengaku miris melihat kondisi sekitar kawasan Wisata Religi semrawut dan kumuh. Sepertinya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah pasrah dengan kondisi seperti itu.

“Pembiaran kawasan semrawut ini sudah bertahun-tahun berarti Pemprov DKI Jakarta sudah tidak mampu lagi mengatasi wilayah kumuh,” tegasnya, Sabtu (30/05/2020).

Ditambahkan tokoh ini, padahal kawasan tersebut merupakan salah satu tempat Wisata Religi. Seharusnya, dapat tertata rapi dan tertib untuk kenyamanan wisatawan domestik maupun Internasional yang berkunjung di sana.

“Saya berharap Pemprov DKI Jakarta tidak tidur melihat kondisi yang memprihatinkan tersebut. Sebagai Gubernur, Anies Baswedan seharusnya bisa memperhatikan kawasan ibadah ini. Jangan cuma pinter ngoceh tapi tak mampu bekerja. Kawasan ibadah jadi begini,” tandasnya, kesal.

Sementara, orang nomor satu dalam penegakan Peraturan Daerah (Perda) Ketertiban Umum (Tibum) yakni Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Provinsi DKI Jakarta, Arifin ketika dikonfirmasi melalui via telepon tentang wilayah kumuh di kawasan Wisata Religi tidak banyak berkomentar.

Namun ia hanya menyampaikan pesan melalui Whats App (WA). “Kami akan segera kordinasikan dengan semua yang terkait untuk solusi yang lebih baik. Terima Kasih informasi nya,” singkatnya.

Di tempat terpisah, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Pasar Baru, Mul Suparman (Bang Mulus) membenarkan, keberadaan kawasan Wisata Religi itu sudah bertahun-tahun semrawut, kotor dan kumuh lantaran banyak pemulung dan lapak gerobak pedagang liar yang tergeletak di bahu jalan.

“Kami sudah sering kali minta kawasan tersebut untuk segera dirapihkan,” tandasnya.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top