Ibukota

Fasum di Rawasari Kumuh, Pagernya Miring-miring, Eh Bina Marga Malah Nyalahin Pohon Besar

Penulis: Irvan S.

Ayonews, Jakarta

Fasilitas Umum (Fasum) di kawasan Jalan Rawasari Selatan, dan Rawasari Timur Raya, Cempaka Putih berantakan dan tidak terawat.

Tak pelak, kondisi kumuh dan kotor di kawasan ini dipicu akibat dari banyaknya lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) dan parkir liar yang menguasai Fasum.

Padahal kawasan jalan tersebut merupakan perlintasan akses menuju jalan kebanggaan kantor pelayanan warga masyarakat Kecamatan Cempaka Putih, RSUK dan sekolah. Tapi kondisi nya berantakan dan awut-awutan.

“Kawasan jalan berantakan, kumuh dan kotor begini dibiarkan bertahun-tahun. Ditambah lagi tanpa disentuh pemerintah setempat,” keluh Maman (56) warga Kecamatan Cempaka Putih, Kamis (28/05/2020).

Dia juga prihatin dan miris melihat sejumlah Fasum seperti kanstin trotoar dan pagar pembatas taman, Jalan Rawasari Timur Raya kondisinya miring-miring.

“Coba lihat itu di samping Pasar Rawasari, Jalan Rawasari Selatan banyak lapak pedagang bertengger di bahu jalan,” tandasnya.

Selain itu, kata dia, keberadaan pagar pembatas taman dan kanstin trotoar, Jalan Rawasari Timur Raya juga kondisinya miring-miring.

“Itu pedagang yang berjualan di sana juga seenaknya saja menggelar lapak di Fasum itu,” tandasnya.

Sementara, Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Bina Marga (BM) Kecamatan Cempaka Putih, Reza Febiyanto saat dikonfirmasi menerangkan, kanstin trotoar pada miring-miring itu sepertinya karena akar pohon besar di titik tersebut. Sedangkan pagar pembatas yang miring itu bukan aset atau kepunyaan Bina Marga.

“Kanstin pada miring itu sepertinya karena akar pohon besar. Dan pagar pembatas yang miring itu bukan aset atau kepunyaan Bina Marga. Besok kami lihat dan cek,” singkat Reza melalui via Whatsapp (WA).

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Most Popular

To Top